Kamis, 16 April 2026

Kapan Natal dan Lebaran Idul Fitri Berlangsung Bersamaan? Ini Kata Astronom

Namun, pernahkan Natal dan Idul Fitri berada di bulan yang sama atau berlangsung secara bersamaan?

Editor: muslimah
Via Kompas.com
Ilustrasi natal 

Namun adanya keragaman syarat dan ketentuan untuk menetapkan awal bulan Syawal.

Dalam pemberitaan Kompas.com sains edisi (4/6/2019) dijelaskan bahwa Indonesia dan Arab sama-sama melakukan dua metode untuk penetapan awal Syawal:

penghitungan secara matematis atau hisab serta pengamatan hilal (bulan sapit tipis penanda awal bulan) secara langsung atau rukyat.

Namun, Indonesia dan Arab memiliki syarat dan ketentuan berbeda dalam rukyat sehingga Lebaran dua negara ini bisa berbeda.

Dalam tulisannya pada Selasa (4/6/2019), astronom amatir Marufin Sudibyo mengungkapkan, Indonesia memiliki kriteria Imkan Rukyat.

Berdasarkan kriteria itu, hasil pengamatan hilal bisa diterima jika tinggi bulan minimal 2 derajat dengan umur bukan minimal 8 jam serta elongasi Bulan-matahari minimal 3 derajat.

Kriteria itu bisa digunakan untuk menolak laporan rukyat.

"Terutama jika laporan berdasarkan pada observasi mata telanjang saja, tanpa didukung alat bantu apapun dan tanpa citra/foto yang menjadi bukti," katanya.

Sementara di Arab, rukyat bisa diterima asal ada yang melaporkan kenampakan hilal.

Selama bulan sudah di atas ufuk saat senja akhir Ramadhan, maka hilal bisa diterima.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bisakah Natal dan Lebaran Idul Fitri Berlangsung Bersamaan?

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved