Tribun Topic
Wacana Pilkada lewat DPRD, Kahmi Jateng: Alumni HMI Harus Kedepankan Hati Nurani dan Keislaman
Dr.dr. Masrifan Djamil menegaskan, dalam memilih pemimpin tidak boleh sembarangan. Sebab, itu akan menentukan kehidupan rakyat selanjutnya.
Penulis: rajif | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Tribunbanyumas.com membahas secara khusus dalam Tribun Topic, dengan menghadirkan narasumber Korpres MW Kahmi Jawa Tengah, Dr.dr. Masrifan Djamil, MPH, MMR, Sabtu ( 10/1/2025),terkait wacana Pilkada lewat DPRD.
- “Nah, bagi alumni HMI yang kini duduk di dewan, saya menyarankan agar mengedepankan hati Nurani dan Islam. Ya, sebagai kader HMI, hati Nurani saja tidak cukup, tetap pertimbangkan dengan nilai-nilai keislaman,” pesannya.
TRIBUNBANYUMAS.COM -VIDEO- Wacana Pilkada lewat DPRD yang diusulkan oleh sejumlah partai politik koalisi pemerintah, memantik perdebatan di ruang publik.
Pro-kontra pun tak terhindarkan.
Untuk mengurai benang kusut itu, Tribunbanyumas.com membahas secara khusus dalam Tribun Topic, dengan menghadirkan narasumber Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Isalam (Korpres MW Kahmi) Jawa Tengah, Dr.dr. Masrifan Djamil, MPH, MMR, Sabtu ( 10/1/2025).
Sebagaimana diketahui, banyak alumni HMI yang duduk di parlemen, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tentu suara mereka sangat signifikan untuk menentukan apakah Pilkada lewat DPRD sebuah hal yang harus diperjuangkan, atau tetap pada Pilkada Langsung.
Baca juga: Akankah Suara Rakyat Dikebiri lewat Pilkada Tidak Langsung? Dewan Jangan Jadi Stempel Eksekutif!
“Usulan Pilkada lewat DPRD ini kan, bermula dari biaya kampanye yang harus dikeluarkan cukup besar. Pilkada lewat DPRD kenapa tidak? Kalau memang undang-undangnya dibikin bagus, tidak ada celah money politics, sangat bisa menghasilkan pemimpin lewat DPRD,” kata Masrifan, membuka pembicaraan.
Tapi Kembali lagi, semua harus dipertimbangkan secara matang. “Nah, bagi alumni HMI yang kini duduk di dewan, saya menyarankan agar mengedepankan hati Nurani dan Islam. Ya, sebagai kader HMI, hati Nurani saja tidak cukup, tetap pertimbangkan dengan nilai-nilai keislaman. Ini sudah dicontohkan dalam kepemimpinan masa Rasulullah dan sahabat dulu,” bebernya.
Dr.dr. Masrifan Djamil menegaskan, dalam memilih pemimpin tidak boleh sembarangan. Sebab, itu akan menentukan kehidupan rakyat selanjutnya.
Baca juga: Pilkada Lewat DPRD: Langkah Mundur Demokrasi Lokal
“Semua aturan akan ditentukan oleh pemimpin. Dari mulai bangun tidur hingga ke toilet. Karena itu pilih pemimpin yang jujur dan berpihak kepada rakyat,” tandasnya.
Karena itu, agar tidak salah memilih pemimpin, maka pertimbangkan 3 hal. Yakni, tanyalah ke tetangganya, kenali perilakunya, dan lihat kejujurannya.
“Karena dari tetanggalah kamu akan mendapatkan informasi yang valid. Kemudian perilakunya, apakah menunjukkan kesesuaian antara sikap dan tindakannya. Serta, apakah selama ini orang tersebut jujur atau tidak,” jelasnya. (aji)
| Evakuasi Syafiq Ali dari Gunung Slamet Diperkirakan Butuh 8 Jam, Dibawa Turun via Gunung Malang |
|
|---|
| Pilkada Lewat DPRD: Langkah Mundur Demokrasi Lokal |
|
|---|
| Akankah Suara Rakyat Dikebiri lewat Pilkada Tidak Langsung? Dewan Jangan Jadi Stempel Eksekutif! |
|
|---|
| Wacana Pilkada lewat DPRD, Ikut Koalisi Pemerintah atau Tekanan Publik? Begini Analisis Pengamat! |
|
|---|