PSIS Semarang
Gerak Cepat Manajemen PSIS Selesaikan Sanksi FIFA, Persiapan Tim Hadapi Kompetisi Terus Jalan
Manajemen PSIS Semarang bergerak cepat menghadapi sanksi FIFA. Mereka memastikan, tak ada tunggakan gaji pemain di era manajemen baru.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Manajemen PSIS bergerak cepat menghadapi sanksi FIFA.
- Mereka menelusuri sumber pelaporan dugaan tunggakan gaji pemain dan ofisial berbuntut sanksi tersebut untuk penyelesaian.
- Manajemen memastikan, tidak ada masalah tunggakan gaji di era kepemimpinan Nova Datu.
- Tunggakan gaji pemain dan ofisial diduga terjadi di era manajemen lama.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang memastikan, dugaan tunggakan pembayaran gaji pemain atau ofisial berujung sanksi FIFA tidak terjadi di era kepemilikan baru.
Mereka pun bergerak cepat menelusuri pelapor untuk penyelesaian sengketa itu.
Sebab, sanksi FIFA bakal mengganjal persiapan tim menghadapi kompetisi Championship 2026/2027.
"Untuk masalah FIFA, saya sudah mengetahui beberapa hari lalu ya," kata Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang Fariz Julinar, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Tunggakan Gaji Pemain Kembali Melanda PSIS Semarang, Berbuntut Sanksi FIFA
Fariz menegaskan, manajemen tidak tinggal diam dan tengah mengupayakan penyelesaian sengketa yang menjadi dasar munculnya sanksi ini.
"Pihak manajemen sedang proses untuk menyelesaikan sengketa yang ada agar ke depan tidak mengganggu kesiapan tim kita untuk mencapai targetnya," ujarnya.
Tinggalan Manajemen Lama
Sementara, Asisten Manajer PSIS Semarang Reza memastikan, seluruh hak pemain, pelatih, dan ofisial telah dipenuhi manajemen baru sesuai ketentuan.
Diketahui, PSIS berganti manajemen memasuki paruh kedua Championship 2025/2026.
Masalah keuangan membuat Yoyok Sukawi melepas saham mayoritas ke Nova Datu Fatmawati, istri Fariz Yulinar.
"Kami masih kroscek karena selama kepemilikan Pak Fariz dan Bu Datu, semua pemain, pelatih, dan official selalu mendapatkan hak-haknya," ungkap Reza.
Pihaknya juga masih menelusuri identitas pelapor dan pokok permasalahan yang menjadi objek sengketa di FIFA.
Menurut Reza, laporan tersebut diduga berasal dari pemain yang pernah menjadi bagian PSIS periode manajemen sebelumnya.
"Ini kan terkait laporan dari pemain-pemain yang lama. Kita masih proses untuk bisa tahu pelaporan dari siapa dan kasusnya apa," katanya.
Baca juga: Pemain Garudayaksa FC Dikabarkan Ikuti Jejak Widodo C Putro Gabung PSIS, Termasuk Andik Vermansyah?
Berdasarkan lama FIFA, PSIS menerima sanksi berupa registrations ban atas dua laporan.
Sanksi kepada Mahesa Jenar itu berlaku mulai 28 Mei dan 29 Mei 2026, masing-masing untuk tiga periode pendaftaran pemain dalam kompetisi. (*)
| Tunggakan Gaji Pemain Kembali Melanda PSIS Semarang, Berbuntut Sanksi FIFA |
|
|---|
| PSIS Semarang Dijatuhi Sanksi FIFA Tak Boleh Daftarkan Pemain hingga 3 Periode Transfer |
|
|---|
| Sukai Permainan Menyerang, Pelatih PSIS Semarang Ajukan 24 Nama Pemain ke Manajemen |
|
|---|
| Pemain Garudayaksa FC Dikabarkan Ikuti Jejak Widodo C Putro Gabung PSIS, Termasuk Andik Vermansyah? |
|
|---|
| Arsiteki Skuad Mahesa Jenar, Widodo C. Putro Usung Filosofi Sepak Bola Menyerang untuk PSIS Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/logo-fifa-di-lobi-calon-kantor-fifa-di-menara-mandiri-II-jakarta.jpg)