Senin, 1 Juni 2026

PSIS Semarang

Tunggakan Gaji Pemain Kembali Melanda PSIS Semarang, Berbuntut Sanksi FIFA

PSIS Semarang mendapat sanksi dari FIFA diduga karena belum membayar tunggakan gaji pemain dan ofisial.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: rika ira | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Franciskus Ariel Setiaputra
SANKSI FIFA - COO PSIS Semarang Fariz Julinar (kanan) bersama CEO PSIS Datu Nova memberi keterangan kepada awak media di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (16/1/2026). PSIS kembali dilanda sanksi FIFA terkait dugaan tunggakan pemain dan ofisial yang diduga terjadi di era manajemen lama. 

Reza mengatakan, manajemen PSIS masih berkoordinasi untuk menyelesaikan sengketa di FIFA tersebut dengan harapan, sanksi bisa segera dicabut sehingga agenda pembentuk tim jelang Championship 2026/2027 tak terganggung.

"Ini kan terkait laporan dari pemain-pemain yang lama. Kita masih proses untuk bisa tahu pelaporan dari siapa dan kasusnya apa," katanya.

Bukan yang Pertama

Diketahui, sanksi FIFA terkait larangan mendaftarkan pemain baru dalam bursa transfer kompetisi bukanlah yang pertama.

Menjelang kompetisi Championship 2025/2026 lalu, PSIS Semarang juga menghadapi dua registrations ban dari FIFA.

Registration ban adalah sanksi FIFA yang membuat klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru setelah perekrutan.

Sanksi ini dijatuhkan FIFA kepada klub atas pelanggaran berbagai aturan, di antaranya sengketa keuangan dan pelanggaran regulasi.

Baca juga: Eks CEO PSIS Semarang Digugat, Dugaan Wanprestasi Pinjam Meminjam Uang Senilai Rp 16 Miliar

Dalam hal PSIS, sanksi dimungkinkan dijatuhkan karena laporan pemain atas tunggakan gaji yang belum dibayar.

Krisis keuangan yang melanda PSIS kala itu menjadi sumber masalah.

Namun, PSIS berhasil menyelesaikan masalah tersebut sehingga FIFA mencabut sanksi.

Diketahui, krisis keuangan melanda PSIS sejak Liga 1 2024/2025.

Kondisi ini pula yang diperkirakan membuat prestasi Mahesa Jenar anjlok hingga mereka terdegradasi ke Liga 2 Championshiop.

Untuk mengatasi krisis keuangan, pemlik PSIS Semarang kala itu, Yoyok Sukawi menjual mayoritas saham ke Datu Nova Fatmawati.

Pergantian kepemilikan dan kucuran dana segar membuat PSIS mampu bertahan di Liga 2 Championship dan kini berjuang bisa kembali promosi ke Liga 1 Super League. (Tribunbanyumas.com/Ariel Setiaputra)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved