Rabu, 10 Juni 2026

Opini

Ramadan Ini Belajar Islam dan Arab dari Philip K Hitti

Ia menekankan pentingnya memahami konteks sejarah dalam mempelajari Arabisme, termasuk faktor geografis, ekonomi, dan sosialnya.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/dok. penulis
TELAAH ISLAM DAN ARAB - Penulis Yudhie Haryono, Pengasuh Pesantren Yusufiyah, dengan buku History of The Arabs, karya Philip K. Hitti. 

Hitti tentu punya posisi pikiran yang provokatif karena berbau orientalis tetapi memiliki kontribusi besar dalam memahami sejarah dan budaya Arab bagi warga dan komunitas akademik Amerika.

Ia menganggap bahwa sejarah Arab adalah bagian dari sejarah dunia, bagian integral dari sejarah semesta, bukan sebagai entitas yang terisolasi.

Karenanya, ia menekankan pentingnya memahami konteks sejarah dalam mempelajari Arabisme, termasuk faktor geografis, ekonomi, dan sosialnya.

Hitti juga menghargai kekayaan budaya Arab, termasuk sastra, seni, dan ilmu pengetahuan yang menjadi faktor penting dalam membentuk sejarah Arab, sambil percaya adanya pengaruh lain seperti budaya Yunani dan Persia.

Untuk itu, Hitti berusaha mempertahankan objektivitas dalam penelitiannya, meskipun ia memiliki latar belakang Kristen Maronit.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Banyumas Sabtu 21 Februari 2026

Beberapa kritikus menyebutkan bahwa Hitti cenderung memandang Islam dan Arab dari sudut pandang Barat.

Ia dituduh memiliki kecenderungan untuk mengurangi peran Islam dalam membangun kebudayaan dunia.

Dalam hal usaha membandingkan (komparatif) Alquran dengan Perjanjian Baru, terlihat Hitti memiliki fanatisme terhadap agamanya sendiri, yaitu Kristen Maronit, sehingga mempengaruhi penilaiannya terhadap Islam dan Arab.

Tetapi, ini masih dalam batas kewajaran dan penulis bisa menolerirnya.

Membaca karya Hitti, kita dapat berhipotesa bahwa islam itu banyak, dan jalan memahaminya begitu kaya, berserakan serta ribut dan perang antar mereka begitu nyata.

Membacanya seperti kisah embun pengetahuan yang tak memilih daun.

Kebaikan iptek dan informasi datang tanpa memandang siapa yang menerimanya.

Aku membaca bukunya saat gerimis malam telah berhenti pelan-pelan, lalu suasana mistis pergi perlahan. Dunia kembali memeluk sepi dan keterkejutan. Atas revolusi pemikiran dan pengkhianatan.(*)

Penulis: Yudhie Haryono | Pengasuh Pesantren Yusufiyah

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved