Sabtu, 18 April 2026

MUTIARA RAMADHAN

Keistimewaan Bulan Ramadhan: Pahala Puasa akan Dibalas Langsung oleh Allah SWT

Allah berfirman:“P uasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” Allah memberikan balasan minimal sepuluh kali lipat,...

Editor: Rustam Aji
Tribunnews.com/Tribunnews/Jeprima
KEISTIMEWAN RAMADHAN -Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Cendekia Amanah KH Muhammad Cholil Nafis saat ditemui tim TribunNetwork di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (16/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Keistimewaan Ramadhan bagi orang beriman yang pertama adalah kedekatan dan keintiman dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, keintiman yang tidak kita temukan dalam ibadah lainnya.
  • Allah berfirman: “Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
  • Berapa balasannya? Tidak ada yang tahu. Allah memberikan balasan minimal sepuluh kali lipat, bisa tujuh ratus kali lipat, bahkan bisa lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana kemuliaan Lailatul Qadar.

Oleh KH M Cholil Nafis, Ph.D
Wakil Ketua Umum MUI Periode 2025-2030


TRIBUNBANYUMAS.COM - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat umur dan kehidupan.

Pemirsa Tribun di manapun berada, Alhamdulillah, kita telah memasuki bulan yang sangat dinantikan oleh orang-orang beriman. Bagi orang yang beriman, datangnya bulan Ramadhan adalah kebahagiaan. Karena itu, mereka mempersiapkannya jauh-jauh hari.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyambut Ramadhan sejak dua bulan sebelumnya dengan doa yang kita kenal:

Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan.

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”

Inilah tanda kebahagiaan Nabi dalam menyambut Ramadhan. Bahkan, sebagian ulama salaf disebutkan telah mempersiapkan diri sejak enam bulan sebelumnya. Mengapa Ramadhan begitu istimewa bagi orang beriman? Karena di bulan inilah terjadi keintiman yang luar biasa antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Namun, bagi orang yang tidak beriman, Ramadhan justru terasa menakutkan. Sebelum Ramadhan datang, mereka berkata, “Ayo kumpul-kumpul, makan-makan dulu sebelum siang hari tidak bisa makan.” Seakan-akan Ramadhan adalah momok yang harus dihindari, karena selama sebulan penuh kaum Muslimin diwajibkan berpuasa.

Di sinilah Ramadhan menjadi ujian keimanan kita:
Apakah kita menyambutnya dengan bahagia, penuh suka cita, atau justru menganggapnya sebagai beban?

Jemaah rahimakumullah, pemirsa sekalian,

Keistimewaan Ramadhan bagi orang beriman yang pertama adalah kedekatan dan keintiman dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, keintiman yang tidak kita temukan dalam ibadah lainnya.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kabupaten Pati, Kamis 19 Februari 2026, Ramadan Hari Ke-1

Allah berfirman dalam hadis qudsi, bahwa setiap amal anak Adam kembali kepada dirinya sendiri. Salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Zakat kembali kepada kita dengan membersihkan harta dan menolong sesama. Haji pun memberikan manfaat rohani dan jasmani.

Namun puasa berbeda. Allah berfirman:
“Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Berapa balasannya? Tidak ada yang tahu. Allah memberikan balasan minimal sepuluh kali lipat, bisa tujuh ratus kali lipat, bahkan bisa lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana kemuliaan Lailatul Qadar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Jazirah Arabiah di Mata Rogan

 

Ketika Negara Kehilangan Realitasnya

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved