Berita Jateng
Petani di Pakalongan Sulap Sawah Jadi Sirkuit untuk Balap Traktor
lomba ini menyimpan pesan penting untuk mendukung swasembada pangan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Penulis: Indra Dwi Purmomo | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Ada pemandangan unik di sawah Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi. Alih-alih pemandangan petani menanam padi, yang terlihat adalah deru mesin traktor roda dua yang saling berpacu di lintasan berlumpur.
Sorak-sorai penonton yang berdesakan di tepi sawah, menambah semarak suasana.
Bukan tanpa alasan traktor-traktor itu digeber. Traktor itu bukan sedang membajak sawah, melainkan mengikuti lomba balap.
Lomba balap traktor yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan ini sengaja diadakan, untuk memeriahkan HUT ke-80 RI sekaligus Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan.
Lebih dari itu, lomba ini menyimpan pesan penting untuk mendukung swasembada pangan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Balap traktor ini memang hiburan, tapi juga mengasah keterampilan petani dalam mengoperasikan alat mesin pertanian."
"Semangatnya, kita harus bisa swasembada pangan dan tidak bergantung pada impor," ujar Ari Lailani, Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/8/2025).
Sebanyak 20 peserta beradu cepat di lintasan sawah, mulai dari perwakilan seluruh kecamatan hingga siswa SMK Diponegoro Karanganyar. Traktor yang digunakan tidak boleh sembarangan, semua harus sesuai spesifikasi standar.
Deru mesin bercampur dengan tawa riuh penonton. Ada peserta yang tampak lincah menjaga keseimbangan, ada pula yang hampir terjerembab di lumpur, disambut teriakan heboh penonton.
"Lucu juga, biasanya lihat traktor untuk membajak, sekarang jadi balapan," kata Siti (45), warga setempat sambil tertawa.
Baca juga: Ribuan Lowongan Tersedia di Job Fair 2025 Pekalongan, Ada untuk Lulusan SD
Tak Hanya Hiburan
Bagi petani, lomba ini bukan sekadar hiburan. Mereka belajar bagaimana mengendalikan alsintan dengan baik, sebuah keterampilan penting agar mesin yang dibagikan pemerintah benar-benar bisa dimanfaatkan.
Dani (31), warga Desa Sidosari, Kecamatan Kesesi. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan traktor dan mengaku sangat menikmati ajang unik ini.
"Wah seneng banget, Mas. Saya pegang traktor sudah dari SD. Harapannya pingin ada lagi lomba seperti ini."
"Ini saya kedua kali ikut, yang pertama pernah di Desa Duwet, Kecamatan Bojong tapi kalah," tutur Dani.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.