Senin, 27 April 2026

Berita Semarang

Peserta UTBK Undip Semarang Diduga Berniat Curang Pakai Alat Bantu Dengar, Terdeteksi Metal Detector

Seorang peserta UTBK Undip Semarang diduga pakai alat bantu dengar untuk berlaku curang. Polisi serahkan pelaku ke keluarga.

Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Undip Semarang
PEMERIKSAAN METAL DETECTOR - Peserta UTBK-SNBT (Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes) menjalani pemeriksaan tubuh menggunakan metal detector sebelum memasuki ruang tes, Selasa (21/4/2026). Satu di antara peserta ditemukan memakai alat bantu diduga alat bantu pendengaran untuk berkomunikasi dengan pihak ketiga untuk melakukan kecurangan. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang peserta UTBK ujian masuk Undip Semarang diduga memakai alat bantu dengar untuk berlaku curang, Selasa (21/4/2026).
  • Aksi ini terungkap saat screening awal menggunakan metal detector.
  • Meski diserahkan ke polisi, kasus ini tak berlanjut ke proses hukum. Belum ada sanksi akademik juga.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seorang peserta ujian masuk Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, diserahkan ke polisi setelah diduga melakukan kecurangan.

Pemuda berinisial M itu kedapatan menyembunyikan alat bantu pendengaran di kedua telinganya saat akan mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK), Selasa (21/4/2026).

Dia diduga akan melakukan kecurangan dalam mengerjakan UTBK.

Aksi M terbongkar saat M menjalani pemeriksaan menggunakan metal detector.

M kemudian dibawa ke dokter THT untuk dilakukan pemeriksaan, sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Tembalang, Kota Semarang.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tembalang Kompol Kristiyastuti Hadayani membenarkan menangani kasus tersebut.

Hanya saja, polisi tak melanjutkan proses hukum kasus tersebut.

Baca juga: Mahasiswa ITB Tertangkap Jadi Joki Seleksi Masuk PTN Lewat UTBK SNBT 2025, Bayaran Hingga Rp50 Juta

M hanya mendapat pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.  

"Kemudian, dikembalikan kepada orangtua untuk dilakukan pengawasan," kata Kristiyastuti, Kamis (23/4/2026).

Diduga Korban Penipuan

Dari pemeriksaan, kata Kristiyastuti, M mengaku mendapatkan logam alat bantu pendengaran itu dari media sosial.

"Belum ada pembayaran," jelasnya.

M diduga menjadi korban penipuan karena alat tersebut tidak ada speaker-nya. 

"Mungkin, dia diiming-imingi, nanti bisa membantu pada saat ujian," ucap Kristiyastuti.  

Diduga Alat Komunikasi

Sementara itu, Direktur Jejaring Media Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi mengatakan, pihak kampus menyayangkan kejadian tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved