Rabu, 17 Juni 2026

Klaim Harga BBM Terjangkau UMR Jateng, Pertamina Disoraki Mahasiswa

Mahasiswa Unissula demo di kantor Pertamina Semarang, Senin (15/6). Mereka memprotes kenaikan Pertamax dan kelangkaan gas LPG 3 kg.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/iwan Arifianto
MAHASISWA DEMO PERTAMINA - Aliansi Mahasiswa Unissula Semarang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Pertamina Jateng-DIY, Jalan MH Thamrin, Kota Semarang, Senin (15/6/2026). Aksi yang memprotes kenaikan harga BBM dan kelangkaan LPG 3 kg ini diwarnai pembakaran foto Prabowo-Gibran serta pemblokiran jalan. 

Ringkasan Berita:
  • Aliansi Mahasiswa Unissula menggelar unjuk rasa di depan kantor Pertamina Jateng-DIY, Semarang, Senin (15/6/2026). 
  • Aksi protes harga BBM dan kelangkaan LPG 3 kg ini diwarnai pembakaran foto presiden hingga blokade jalan. 
  • Manajer Pertamina, Taufiq Kurniawan, yang menemui massa mengklaim harga BBM RI termurah se-ASEAN dan ramah UMR Jateng. 
  • Klaim tersebut langsung disoraki dan dibantah mahasiswa karena perbandingan tak setara.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (Jateng-DIY) di Jalan MH Thamrin, Semarang Tengah, Kota Semarang, pada Senin (15/6/2026).

Aksi protes tersebut dilakukan tepat di depan pintu gerbang utama PT Pertamina. Para mahasiswa memulai aksinya dengan membakar foto pasangan Presiden dan Wapres Prabowo-Gibran beserta atribut logo Pertamina. Aksi pembakaran ini dilakukan sebagai simbol puncak kekecewaan mahasiswa terhadap kepemimpinan pemerintah saat ini dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, massa aksi juga sempat melakukan aksi blokade jalan di sekitar lokasi selama kurang lebih 30 menit. Alhasil, arus lalu lintas yang mengarah dari Jalan Depok, Jalan Tanjung, dan Jalan Kapten Piere Tendean sempat mengalami kemacetan yang cukup panjang.

Baca juga: Sentil Warga Hobi Menghujat Pertamax Naik, Ini Pesan Ketua DPRD Cilacap

Peserta aksi yang berjumlah sekitar 100-an mahasiswa tersebut juga terlihat membawa sebuah poster berukuran besar bertuliskan "Gedung Ini Milik Rakyat Kita". Meski demikian, poster ini rupanya baru akan dipasang secara utuh oleh mahasiswa pada agenda aksi demonstrasi selanjutnya yang dijadwalkan menyasar kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan.

Di sela-sela riuhnya aksi unjuk rasa, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, turun langsung untuk menemui peserta aksi.

Saat berhadapan dengan massa, Taufiq melontarkan pernyataan pembelaan bahwa kenaikan harga BBM jenis Pertamax atau RON 92 di Indonesia masih lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Ia menyebut harga di Malaysia dan Singapura sudah menyentuh angka di atas Rp20 ribu per liter. Namun, pernyataan tersebut sontak langsung disoraki dan dibantah keras oleh para mahasiswa.

"Jangan Bodohi kami," teriak para mahasiswa secara kompak merespons pernyataan tersebut.

"Kami tidak bodoh-bodoh amat pak." timpal peserta aksi lainnya.

Suasana di lapangan sempat memanas setelah mendengar penjelasan dari perwakilan Pertamina tersebut. Beruntung, koordinator aksi dengan sigap langsung turun tangan untuk meredam kemarahan massanya.

"Dengerin dulu aja." ujar Koordinator Aksi, Tegar Wijaya Mukti, menenangkan rekannya.

Setelah massa kondusif, Taufiq kembali memberikan pemaparan bahwa harga Pertamax di Indonesia yang saat ini dipatok di kisaran Rp16 ribu memang jauh lebih murah dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Ia merinci, di Singapura jenis BBM ini sudah mencapai harga Rp40 ribu per liter. Sementara itu, di Filipina dan Malaysia sudah berada di harga Rp20 ribu per liter.

"Kami menaikkan harga BBM non-subsidi ini paling terakhir dan jauh masih lebih murah di dibandingkan negara-negara lain di ASEAN," klaimnya di hadapan mahasiswa.

Menanggapi tudingan mahasiswa yang menilai narasi pembanding tersebut tidak sepadan, Taufiq justru menilai bahwa patokan harga BBM saat ini masih dapat dijangkau oleh kantong pekerja dengan standar upah minimum (UMR) di wilayah Jateng-DIY.

"Banyak faktor tidak hanya pendapatan, tapi kami jamin dibandingkan dnegan kurs yang sama untuk menjangkau masyarakat dengan UMR di Jateng-DIY, sudha paling murah di antara asean lainnya" terangnya.

Selain mendengarkan rentetan keluhan mahasiswa terkait kenaikan harga BBM, Taufiq juga merespons isu kelangkaan elpiji tiga kilogram atau gas melon di masyarakat. Taufiq menyatakan bahwa masukan tersebut akan ditampung oleh pihaknya dan dijadikan bahan evaluasi mendalam di lapangan. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dalam merespons dinamika harga BBM nonsubsidi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved