Semarang
Cuma Punya 4 Kelas, SDN Bugangan 02 Semarang Baru Dapat 6 Murid
SDN Bugangan 02 Semarang sepi peminat, baru dapat 6 murid, Kamis (11/6). Minimnya kelas dan lokasi di area industri jadi pemicu.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- SDN Bugangan 02 Kota Semarang kembali kekurangan murid pada SPMB tahun ajaran 2026/2027.
- Hingga Kamis (11/6/2026), baru ada enam pendaftar dari kuota 28 kursi.
- Minimnya minat dipicu lokasi sekolah di kawasan industri dan fasilitas yang kurang, yakni hanya 4 ruang kelas sehingga ada sif siang.
- Kepala Disdik Semarang, Muhammad Ahsan, menyebut hal ini jamak terjadi dan kini membuka jalur domisili bagi warga non-KK Semarang untuk mendongkrak kuota.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - SDN Bugangan 02 Kota Semarang kembali menghadapi ujian berat dalam proses penerimaan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Sejak resmi dibuka pada 8 Juni lalu, hingga hari Kamis (11/6/2026) ini jumlah pendaftar yang masuk melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) rupanya baru mencapai angka enam calon siswa. Jumlah tersebut berbanding terbalik dan masih jauh di bawah daya tampung ideal sekolah yang mencapai 28 murid.
Kepala SDN Bugangan 02, Tri Yuliastuti Tungga Dewi, mengaku masih menaruh harapan besar agar jumlah pendaftar masih akan terus bertambah menjelang detik-detik penutupan masa pendaftaran.
Baca juga: Tahapan SPMB Wonosobo, Masih Banyak Kursi Kosong di SD dan SMP Negeri
"Sampai hari ini baru enam (pendaftar), semoga bertambah lagi," kata Yulia saat ditemui Tribunjateng.com.
Kondisi memprihatinkan tersebut seolah melanjutkan tren dan situasi serupa yang terjadi pada tahun ajaran sebelumnya.
Pada SPMB 2025/2026 lalu, SDN Bugangan 02 diketahui hanya berhasil mendapatkan 10 murid baru, itu pun setelah melalui dua gelombang penerimaan. Bahkan yang lebih miris, pada gelombang pertama saat itu, jumlah siswa yang mendaftar ke sekolah ini hanya menyentuh angka tiga orang saja.
Menurut penjelasan Yulia, minimnya angka pendaftar ini masih dipengaruhi oleh faktor-faktor klasik yang relatif sama seperti tahun lalu. Lokasi sekolah yang kebetulan berada di kawasan dengan dominasi area pertokoan dan industri membuat jumlah calon peserta didik usia sekolah dasar di sekitar lingkungan sekolah tak sebanyak di wilayah permukiman padat penduduk.
Selain faktor lokasi lingkungan, proses renovasi bangunan sekolah yang belum sepenuhnya rampung juga diyakini turut memengaruhi minat dan pertimbangan para orang tua dalam menjatuhkan pilihan sekolah untuk anak mereka.
"Ya, jumlah kelas kami masih kurang juga, jadi ada yang masuk siang. Sarana prasarana saat ini hanya empat ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah, dan satu ruang perpustakaan," katanya membeberkan rincian fasilitas.
Ia menambahkan, pihak sekolah saat ini masih terus berupaya mendapatkan suntikan bantuan rehabilitasi lanjutan agar fasilitas belajar mengajar bagi siswa semakin memadai dan layak.
"Kami lagi berupaya dapat revitalisasi tahun 2026, semoga berhasil tahun ini," ujarnya penuh harap.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan bahwa secara umum pelaksanaan tahapan SPMB tahun ini berjalan dengan lancar dan semakin mudah diakses oleh masyarakat luas karena telah berbasis sistem daring (online).
Menurutnya, sebagian besar masyarakat saat ini telah piawai memanfaatkan kemajuan teknologi dalam proses pendaftaran. Praktis, mereka tidak perlu lagi repot datang ke sekolah maupun kantor dinas sekadar untuk melakukan tahapan pemberkasan manual.
"Proses berjalan lebih cepat karena tidak perlu ada pemberkasan, tidak perlu datang ke sekolah dan dinas pendidikan. Mereka bisa melakukan proses ini secara mandiri kapan pun dan di mana pun selama masih dalam rentang waktu pendaftaran," katanya.
Ahsan tidak menampik dan mengakui bahwa masih ada sejumlah SD negeri yang hingga saat ini belum memenuhi kuota penerimaan murid baru. Namun, kondisi tersebut dinilainya bukan sebuah hal baru karena memang setiap tahun selalu terdapat sekolah yang daya tampungnya belum terpenuhi maksimal.
| Sidang TPPU Gus Yazid Memanas: Kubu Terdakwa Pertanyakan Keabsahan Kasus Korupsi Lahan Cilacap |
|
|---|
| Disdag Semarang Layangkan 3 SP Sita Lapak Mangkrak di Pasar Johar |
|
|---|
| Tali Pusar Terputus Paksa, Mayat Bayi Gegerkan Warga Bancak |
|
|---|
| Ngeri! CCTV Rekam Laka Maut Scoopy vs Supra di Simpang Milo Semarang |
|
|---|
| Kisah Pilu Anak Penjual Kerupuk Korban Laka Maut Simpang Milo Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260611-pendaftar-sdn-bugangan-02-semarang-sepi.jpg)