Rabu, 20 Mei 2026

Banyumas

Mimpi Nenek Kranggan Soal Rujak Mentah Bikin Geger Jalur Pekuncen

Jalur Ajibarang-Pekuncen Banyumas viral di TikTok akibat isu tumbal rujak mentah usai rentetan kecelakaan maut pada Mei 2026.

Tayang:
ISTIMEWA
SWADAYA MASYARAKAT CIBERUNG - Sejumlah warga saat bergotong royong secara swadaya meratakan elevasi jalan aspal dan bahu jalan yang tidak rata menggunakan adonan semen di jalan menikung dekat Masjid Al Hikmah, Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Kamis (14/5/2026). Langkah penambalan ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat guna mencegah terulangnya kecelakaan pengendara motor yang tergelincir akibat bahu jalan yang amblas. 

Ringkasan Berita:
  • Ruas jalan nasional Tegal-Banyumas sepanjang 6,5 kilometer viral di TikTok karena rumor mistis tumbal rujak mentah dan matang. 
  • Empat kecelakaan terjadi pada pekan pertama Mei 2026, menyebabkan 3 orang tewas dan 2 luka-luka. 
  • Warga menggelar doa bersama di Masjid Al Hikmah Ciberung dan menyiramkan air doa di sepanjang jalan. 
  • Sebagian warga menilai kecelakaan maut murni akibat kelalaian dan bahu jalan yang tidak rata.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Ruas Jalan Nasional Ajibarang-Pekuncen di Kabupaten Banyumas mendadak viral di media sosial, terutama platform TikTok, sepanjang bulan Mei 2026. Hal ini terjadi menyusul insiden empat kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam kurun waktu berdekatan pada minggu pertama bulan Mei tersebut. Based on data terakhir, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka hingga menderita patah tulang.

Ruas jalan raya yang menjadi akses utama yang menghubungkan Tegal-Banyumas itu memang sudah lama dikenal masyarakat sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan. Selain karena intensitas kendaraan besar yang melintas cukup padat, jalur tersebut juga memiliki karakteristik ruas yang berliku-liku serta kondisi medan jalan yang sedikit menanjak dan menurun.

Istilah yang kini ramai diperbincangkan netizen adalah adanya dugaan tumbal rujak mentah dan rujak matang untuk kepentingan pembangunan sebuah pabrik. Bahkan, para pengemudi yang hendak melintas diimbau untuk selalu berhati-hati dengan acuan ancer-ancer mulai dari lokasi Rumah Makan (RM) Padang Minangkabau atau SPBU Pekuncen hingga sampai ke Jembatan Timbang Ajibarang. Jarak bentang jalan raya yang diwanti-wanti tersebut diperkirakan mencapai sekira 6,5 kilometer.

Baca juga: Guru dan Siswa SMP Kendal Luka Akibat Kecelakaan Bus di Tol Cipali, Tapi Nekat Tetap Lanjut

Pasca-terjadinya rentetan kecelakaan lalu lintas maut tersebut, warga setempat juga menggelar aksi doa bersama sebagai bentuk kepedulian di Masjid Al Hikmah Ciberung, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (10/5/2026).

Di lokasi pertama, Tribunbanyumas.com bertemu dan berbincang dengan Supriati, pemilik RM Padang Minangkabau yang sudah setia berjualan selama 40 tahun di kawasan Pekuncen. Perempuan berusia 58 tahun itu bercerita, warga sekitar memang sempat heboh saat terjadi banyak kecelakaan lalu lintas secara beruntun dan langsung mengaitkannya dengan momentum kalender Jawa yang sebentar lagi akan memasuki bulan Suro.

Banyak desas-desus warga yang mengatakan kalau menjelang datangnya bulan Suro, pasti akan selalu ada peristiwa kecelakaan. Tetapi dari sudut pandang pribadinya, banyaknya kecelakaan juga dipicu oleh kondisi jalan yang kini banyak berlubang. "Di sini juga banyak kendaraan besar (truk, kontainer, tronton, red). Tapi kendaraan kecil sukanya nyelip, itu juga menyebabkan kecelakaan," katanya memberikan analisis lapangan.

"Kalau tidak salah beberapa minggu terakhir sudah empat kecelakaan. Korban meninggal dunia sampai empat orang," ungkapnya menyampaikan dugaan data yang diketahuinya di lapangan.

Lebih lanjut, Supriati menjelaskan bahwa istilah rujak mentah dan rujak matang sebenarnya bukan merupakan istilah baru bagi telinga warga asli Pekuncen maupun Ajibarang. Begitu ada pihak yang sengaja mengaitkan kecelakaan dengan mitos tersebut, warga setempat langsung diselimuti rasa ketakutan. "Rujak mentah ya katanya minta tumbal anak kecil atau anak bayi. Kalau rujak matang katanya orang dewasa atau orangtua," katanya membeberkan arti istilah tersebut.

"Dari dulu istilah ini sudah ada, cuma gak pernah dimitosin. Karena ini mau bulan Suro dan kemarin pas Jumat kliwon, jadi ramai," ungkapnya menambahkan alasan mengapa isu ini mendadak meledak di media sosial.

Menurut penuturan Supriati, warga kemarin sempat mengadakan acara pengajian bersama di Masjid Al Hikmah yang berada di Ajibarang. Setelah ritual pengajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penyiraman air doa di sepanjang jalan raya. "Batasnya itu dari rumah makan padang ini sampai Jembatan Timbang, pengendara diimbau hati-hati. Tapi memang banyak lubang," jelasnya menegaskan kondisi riil jalan.

Pemakaman kuno tersebut selama ini justru lebih dikenal luas oleh warga dengan istilah makam Sambung Gawe, di mana banyak orang yang hendak mencari kerja biasanya datang untuk meminta doa restu terlebih dahulu.

"Angker sih enggak. Tapi orang dari mana-mana datangnya ke situ. Kalau mau kerja ke situ dulu, minta doa restu ke makam Sambung Gawe," ungkapnya meluruskan anggapan miring. Supriati sendiri mengaku selama puluhan tahun menetap di tepi jalan tersebut tidak pernah mengalami kecelakaan atau menemui kejadian aneh apa pun.

Kendati demikian, pesan dari para sesepuh saat ini adalah agar semua orang tetap berhati-hati, memperbanyak doa, serta membaca wirid, terlebih saat menjelang datangnya bulan Suro. "Jadi harus berhati-hati. Baru tahun ini juga kecelakaan beruntun. Tahun-tahun sebelumnya gak ada," katanya menandaskan.

Seorang warga setempat, Alfian (26) yang saat kejadian sedang sibuk berjualan batagor di sekitar lokasi, mengaku tiba-tiba dikejutkan oleh suara benturan keras dari arah jalan. Rupanya telah terjadi kecelakaan di mana ada seorang pengendara sepeda motor yang jatuh lalu tertabrak truk.

"Saya lihat ke jalan raya, korban sudah tergeletak diam. Ternyata korban meninggal dunia di lokasi karena luka parah di kepala," katanya mengenang kejadian tragis tersebut.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved