Senin, 27 April 2026

Cilacap

Harta Ludes Terbakar, Korban Rita Pasaraya Cilacap Siap Gugat Hukum

Cahyanto, warga yang rumah dan usahanya ludes akibat rembetan api dari kebakaran Rita Pasaraya Cilacap, menuntut tanggung jawab pihak pengelola

Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
Pasca Kebakaran - Kondisi tempat usaha milik Cahyanto yang berada di sekitar Rita Pasaraya Cilacap dipasangi garis polisi usai kebakaran hebat Februari 2026, Selasa (3/3//2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dua bulan pascakebakaran Rita Pasaraya Cilacap, Cahyanto, warga yang rumah dan usahanya ikut ludes, belum mendapat ganti rugi dari pengelola. 
  • Ia telah mengirim dua kali somasi namun diabaikan. 
  • Merasa tak ada iktikad baik, Cahyanto mengadu ke DPRD Cilacap dan berencana menempuh jalur hukum. 
  • Saat musibah pada 2 Februari lalu itu, ia hanya bisa menyelamatkan diri dan istri. 
  • Ia berharap pihak pengelola memiliki empati dan tanggung jawab atas kerugian besarnya.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kepedihan mendalam masih dirasakan oleh Cahyanto, seorang warga yang menjadi korban terdampak musibah kebakaran hebat Rita Pasaraya Cilacap pada Senin, 2 Februari 2026 silam.

Genap dua bulan pascatragedi yang menghanguskan pusat perbelanjaan tersebut, nasib Cahyanto seolah menggantung tanpa kepastian.

Hunian, seluruh harta benda hasil jerih payahnya, serta rintisan tempat usaha yang sengaja ia siapkan untuk sang anak, ludes tak bersisa dilalap si jago merah yang merembet ke permukiman.

Baca juga: DPRD Cilacap Soal Nasib 188 Karyawan Rita Pasaraya: Terima Santunan BPJS dan Peluang Relokasi Kerja

Kini, alih-alih mendapatkan uluran tangan untuk menata kembali kehidupannya yang hancur, ia justru merasa diabaikan oleh pihak pengelola.

“Sama sekali tidak ada kepedulian dan tanggung jawab,” tuturnya lirih saat ditemui pada Sabtu (4/4/2026).

Berbagai upaya untuk menuntut haknya telah dilakukan.

Cahyanto secara resmi telah melayangkan surat teguran hukum atau somasi hingga dua kali berturut-turut. Namun, langkah tersebut seakan bertepuk sebelah tangan dan tidak mendapat respons yang berarti.

“Saya sudah dua kali somasi, dibiarkan,” tegasnya.

Tak menyerah sampai di situ, ia juga membawa beban penderitaannya kepada wakil rakyat.

Berbekal saran dari rekan-rekannya, Cahyanto mengadukan nasib pilu keluarganya ke Gedung DPRD Cilacap.

Di sana, ia berkesempatan menyampaikan keluh kesahnya secara langsung kepada Wakil Ketua DPRD, Suyatno.

Mengingat nihilnya iktikad baik yang ditunjukkan oleh pihak pengelola hingga detik ini, Cahyanto mulai memikirkan langkah yang lebih tegas.

Membawa kasus ini ke meja hijau menjadi opsi terakhir demi memperjuangkan hak dan keadilan bagi keluarganya.

“Mungkin saya harus ajukan tuntutan hukum,” ujarnya.

Mengenang malam kelabu tersebut, Cahyanto mengaku hanya memiliki waktu dalam hitungan detik untuk menyelamatkan nyawa bersama sang istri saat kobaran api dengan liar membesar dan melahap bangunan miliknya.

Kini, di tengah puing-puing sisa kebakaran, ia masih menanti secercah keadilan.

Baginya, tragedi ini bukan sekadar bencana biasa, melainkan ada dampak nyata yang harus dipertanggungjawabkan.

“Saya cuma ingin empati dan kejelasan tanggung jawab,” pungkasnya menaruh harap. (ray)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved