Senin, 4 Mei 2026

Purbalingga

Mayoritas Pelajar, 44 Pecandu di Purbalingga Jalani Rehab

BNNK Purbalingga mencatat 44 orang jalani rehabilitasi sepanjang 2025. Mengejutkan, 25 di antaranya berstatus pelajar dan gunakan campuran zat.

Tayang:
Tribun Banyumas
Kunjungi Tribun: Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Nasrudin (kanan) saat berdiskusi di Kantor Tribun Banyumas, Rabu (28/1/2026). Ia memaparkan data rehabilitasi tahun 2025 yang didominasi oleh kalangan pelajar. 
Ringkasan Berita:
  • Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga mencatat 44 orang menjalani rehabilitasi sepanjang tahun 2025, melampaui target tahunan (22 orang) hingga 200 persen.
  • Dari segi profesi, mayoritas pasien adalah pelajar (25 orang), diikuti pekerja (15 orang), dan pengangguran (4 orang).
  • Fakta mengkhawatirkan lainnya adalah 43 dari 44 pasien merupakan multiple user (pengguna lebih dari satu jenis zat). BNNK menjamin kerahasiaan bagi warga yang sukarela melapor untuk rehabilitasi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA – Lampu kuning bagi pergaulan remaja di Purbalingga dan sekitarnya.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan terkait penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 44 orang menjalani rehabilitasi rawat jalan. Angka ini melonjak 200 persen dari target awal yang hanya dipatok 22 orang per tahun.

Baca juga: Mahasiswa KKN 57 Kelompok 1 UIN SAIZU-BNNK Purbalingga Gelar Seminar Pencegahan Narkoba

Kepala BNNK Purbalingga, Nasrudin mengungkapkan, dari total pasien tersebut, dominasi kalangan pelajar sangat ketara.

"Statusnya pelajar sebanyak 25 orang, pekerja 15 orang, dan tidak bekerja 4 orang," ungkap Nasrudin saat mengunjungi kantor Tribunbanyumas.com, Rabu (28/1/2026).

Secara usia, separuh dari pasien rehabilitasi (22 orang) masih berusia di bawah 19 tahun. Sedangkan sisanya (22 orang) di atas 19 tahun.

Kecanduan Akut

Tingkat kecanduan para pasien ini pun tergolong serius.

Nasrudin membeberkan, hampir seluruh pasien tidak hanya mengonsumsi satu jenis narkoba.

"Sebagian besar yang menjalani rehabilitasi, sebanyak 43 orang adalah multiple user atau menggunakan lebih dari satu zat. Hanya satu klien yang merupakan pengguna tunggal," jelasnya.

Meski angka kasus tinggi, Nasrudin mengapresiasi kesadaran warga yang datang secara sukarela (volunteer) untuk berobat.

Ia menegaskan, BNN menjamin keamanan dan kerahasiaan data bagi pecandu yang ingin sembuh, selama mereka bukan bandar atau pengedar.

"Kami mengimbau dan mengedukasi segenap masyarakat untuk waspada terhadap narkoba.

Kami berharap peran serta tokoh pemuda, masyarakat, dan ibu-ibu PKK bersama-sama selamatkan generasi anak-anak kita," pungkasnya. (fba)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved