Demo di Semarang
KERUSUHAN PECAH di Polda Jateng Dini Hari, Massa Aksi Tuntut 54 Demonstran Dibebaskan
Massa aksi yang menuntut pembebasan 54 rekannya bentrok dengan polisi di depan Mapolda Jateng.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kerusuhan pecah antara ratusan massa aksi dan aparat kepolisian di depan Markas Polda Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan ojek online menggelar Unjuk Rasa menuntut pembebasan 54 rekan mereka yang ditangkap dalam aksi sebelumnya.
Aksi yang semula berjalan damai, berubah menjadi tegang dan berakhir ricuh setelah massa susulan terus berdatangan.
Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Jateng Tetap Tenang dan Tidak Terpengaruh Provokasi
Bentrokan tak terhindarkan, diwarnai lemparan batu dan kembang api dari arah massa yang dibalas dengan beberapa kali tembakan gas air mata oleh polisi.
Bermula Damai, Berakhir Ricuh
Massa aksi mulai berkumpul di depan pintu masuk Polda Jateng sekitar pukul 00.30 WIB.
Pantauan di lokasi, pada awalnya situasi berlangsung kondusif.
Beberapa perwakilan massa bahkan terlihat berbincang dengan petugas kepolisian yang berjaga di gerbang.
Namun, suasana dengan cepat memanas seiring bertambahnya jumlah demonstran yang datang.
Tanpa komando yang jelas, kericuhan akhirnya pecah.
Massa mulai bertindak anarkis dengan melempari barikade polisi menggunakan berbagai benda, termasuk batu dan kembang api yang meledak di dekat barisan aparat.
Saling Serang dan Tembakan Gas Air Mata
Provokasi dari massa aksi langsung direspons oleh polisi dengan tindakan tegas.
Beberapa kali tembakan gas air mata dilontarkan ke arah kerumunan, memaksa mereka untuk mundur sesaat.
Asap putih pedih menyelimuti Jalan Pahlawan, membuat para demonstran kocar-kacir.
Meskipun begitu, massa tidak langsung membubarkan diri.
Setelah sempat mundur, sebagian dari mereka kembali maju dan mencoba menyerang barikade polisi.
Petugas pun terus memberikan peringatan keras melalui pengeras suara.
"Mundur kalian," teriak seorang petugas.
Polisi terus menekan dan memukul mundur massa aksi hingga ke arah kawasan Simpang Lima.
Massa Mundur Pukul 01.50 WIB
Setelah sekitar satu jam lebih situasi tegang, massa aksi akhirnya memilih untuk membubarkan diri sepenuhnya pada pukul 01.50 WIB.
Mereka mundur dan menghilang dari sekitar Mapolda Jateng.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, ada beberapa demonstran yang kembali diamankan oleh petugas saat kericuhan terjadi.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada data pasti mengenai jumlah massa aksi yang kembali ditangkap.
Pihak TribunBanyumas.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, terkait detail kejadian dan informasi penangkapan tersebut, namun hingga kini belum mendapatkan respons. (Iwn)
Giliran Pos Polisi Simpang Lima Semarang Jadi Sasaran Amuk Massa: Kaca Berlubang, Dinding Menghitam |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Kantor Gubernur Jateng Mencekam. Mobil Dirusak dan Dibakar Massa |
![]() |
---|
Demo di Mako Brimob Solo Ricuh, Gas Air Mata Ikut Bubarkan PKL Manahan. 10 Orang Dilarikan ke RS |
![]() |
---|
Gelar Salat Gaib untuk Affan Kurniawan dan Doa Bersama, Polres Purbalingga Harapkan Kedamaian Negeri |
![]() |
---|
56 Kelompok Tani di Kebumen Terima 136 Alsintan dari Menko Pangan, Petani: Bisa Kejar Tanam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.