Kamis, 11 Juni 2026

Berita Nasional

Penyebab Harga Bahan Pokok Naik, Kelas Menengah Paling Tertekan

Kelompok yang saat ini paling merasakan tekanan ekonomi adalah kelas menengah atau yang sering disebut mengalami middle class squeeze

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Ilustrasi kebutuhan pokok yang dijual di pasar 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Kenaikan harga bahan pokok saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam negeri maupun faktor global. Yang pertama adalah fenomena iklim seperti El Nino dan La Nina yang mengganggu siklus pertanian, mulai dari masa tanam hingga panen. 


Dampaknya sangat terasa pada komoditas pangan seperti beras, cabai, dan bawang yang menjadi tidak menentu ketersediaan maupun harganya.


Faktor kedua adalah biaya logistik. Kenaikan harga BBM dan biaya transportasi berdampak langsung pada rantai pasok pangan. 


Ketika biaya distribusi meningkat, harga barang yang sampai ke konsumen juga ikut naik.


Faktor ketiga adalah depresiasi nilai tukar rupiah dan ketergantungan Indonesia terhadap impor. 


Beberapa komoditas penting seperti gandum, kedelai, dan gula masih sangat dipengaruhi oleh harga global dan nilai tukar karena berasal dari impor. 


Padahal bahan-bahan tersebut menjadi bagian penting dari konsumsi masyarakat Indonesia. 


Mie yang banyak dikonsumsi masyarakat berbahan dasar gandum impor, sementara tempe menggunakan kedelai impor. 


Karena itu, ketika rupiah melemah, biaya impor meningkat dan pada akhirnya berdampak pada harga barang yang dikonsumsi masyarakat.


Terkait keluhan para pedagang mengenai penurunan omzet, kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. 


Ketika terjadi inflasi atau kenaikan harga secara umum, secara riil kemampuan ekonomi masyarakat mengalami penurunan. 


Masyarakat kemudian melakukan penyesuaian dengan menyusun skala prioritas dalam pengeluaran mereka. Ada kebutuhan yang dikurangi dan ada yang lebih diutamakan.


Selain itu, terdapat faktor musiman yang juga memengaruhi pola konsumsi. 


Hari-hari besar keagamaan seperti Iduladha membuat masyarakat mengalokasikan sebagian anggaran mereka untuk kebutuhan kurban atau kegiatan lain yang berkaitan dengan perayaan tersebut. 


Demikian pula menjelang tahun ajaran baru ketika kebutuhan pendidikan meningkat.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved