Kamis, 11 Juni 2026

Berita Nasional

Penyebab Harga Bahan Pokok Naik, Kelas Menengah Paling Tertekan

Kelompok yang saat ini paling merasakan tekanan ekonomi adalah kelas menengah atau yang sering disebut mengalami middle class squeeze

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Ilustrasi kebutuhan pokok yang dijual di pasar 


Pada periode-periode tertentu, prioritas pengeluaran rumah tangga berubah sehingga berdampak pada sektor-sektor tertentu dalam perdagangan.


Kelompok yang saat ini paling merasakan tekanan ekonomi adalah kelas menengah atau yang sering disebut mengalami middle class squeeze. 


Kelompok ini tidak lagi masuk kategori penerima bantuan sosial karena dianggap mampu, tetapi pada saat yang sama pertumbuhan pendapatan mereka tidak mampu mengimbangi kenaikan harga pangan dan energi.


Akibatnya, banyak keluarga kelas menengah yang mulai menggunakan tabungan mereka untuk mempertahankan tingkat konsumsi. 


Jadi bukan hanya mengurangi jumlah tabungan yang disisihkan setiap bulan, tetapi benar-benar mengambil dana dari tabungan yang sudah ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Fenomena ini menunjukkan adanya tekanan terhadap daya beli masyarakat.


Mengenai pelemahan rupiah dan penurunan IHSG, dampaknya memang ada bagi masyarakat luas meskipun lebih banyak bersifat tidak langsung. 


Ada anggapan bahwa masyarakat desa tidak terdampak karena tidak bertransaksi menggunakan dolar. Namun sebenarnya banyak barang yang dikonsumsi masyarakat berasal dari proses produksi yang memiliki kandungan impor cukup tinggi.


Contohnya tempe yang menggunakan kedelai impor. Ketika dolar menguat dan rupiah melemah, harga kedelai menjadi lebih mahal sehingga biaya produksi meningkat. 


Hal yang sama juga terjadi di sektor manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor. 


Karena itu, meskipun masyarakat tidak menggunakan dolar dalam transaksi sehari-hari, pelemahan rupiah tetap memengaruhi harga barang yang mereka konsumsi melalui kenaikan biaya produksi.


Untuk menjaga dan meningkatkan kembali daya beli masyarakat, salah satu langkah yang penting adalah memperpendek rantai distribusi. 

Baca juga: Ojol Purwokerto Menjerit Harga Pertamax Naik Tajam : Hidup Saya di Jalan


Semakin panjang jalur distribusi suatu produk, semakin besar biaya yang harus ditanggung konsumen akhir karena setiap mata rantai mengambil margin keuntungan.


Jika distribusi dari petani ke konsumen bisa dibuat lebih singkat dan efisien, harga barang dapat ditekan. 


Pemanfaatan teknologi digital juga memungkinkan proses distribusi menjadi lebih pendek dan lebih efisien.


Selain itu, penciptaan lapangan kerja formal perlu terus didorong agar pendapatan masyarakat meningkat. Saat ini banyak masyarakat yang berada dalam kondisi bertahan hidup secara ekonomi. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved