Selasa, 14 April 2026

Berita Jateng

Waspada 34 Desa di 6 Kecamatan di Kudus Rawan Banjir

Meskipun Kabupaten Kudus tidak berpotensi dan terdeteksi terjadi bencana geologis, namun BPBD tetap melakukan antisipasi dengan siaga bencana

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: khoirul muzaki
Rifqi Gozali/TribunBanyumas.com
Kendaraan melintas di genangan banjir di jalur Kudus-Purwodadi di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (2/1/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus tengah melakukan sejumlah antisipasi terjadinya bencana saat musim hujan. Antisipasi ini dilakukan mengingat saat ini untuk kebencanaan di Kudus saat ini sudah berstatus siaga.

“Kecuali nanti kalau memang ada bencana dan membuat kaos, status dinaikkan menjadi darurat,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Mundir.

Mundir mengatakan, saat ini Kabupaten Kudus sudah memasuki musim hujan. Untuk itu, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terjadinya bencana.

Siaga bencana dilakukan untuk mengantisipasi tiga bencana yang berpotensi terjadinya. Di antaranya banjir, tanah longsor dan bencana geologis seperti tanah ambles.

Meskipun Kabupaten Kudus tidak berpotensi dan terdeteksi terjadi bencana geologis, namun BPBD tetap melakukan antisipasi dengan siaga bencana.

Mengingat ada beberapa daerah yang tidak berpotensi terjadi tanah ambles, kenyataannya tetap terjadi misalnya di Kabupaten Pati atau Jepara.

Baca juga: Oro-oro Kesongo Blora Ngamuk, Warga Dilarang Mendekat untuk Hindari Korban Jiwa

“Makanya kami tetap melakukan antisipasi,” kata Mundir.

Sementara itu BPBD Kudus juga telah menyampaikan surat edaran ke masing-masing kecamatan untuk tetap siaga bencana. Pasalnya, di Kabupaten Kudus sendiri terdapat 50 desa yang rawan bencana banjir dan tanah longsor. 

34 desa rawan banjir tersebar di enam kecamatan di antaranya Kecamatan Kaliwungu, Bae, Jekulo, Undaan, Jati, dan Undaan. Sedangkan 16 desa rawan longsor terjadi di kecamatan Gebog dan Dawe.

“Untuk satu kecamatan, yakni kecamatan kota tidak terdata sebagai wilayah yang rawan bencana,” kata Mundir.

Mengantisipasi bencana banjir di musim hujan, BPBD Kudus juga mulai melakukan pembersihan rutin di beberapa sungai, misalnya di Sungai Piji dan Sungai Gelis. Pembersihan ini dibantu relawan, warga sekitar, dan Balai Besar Wilayah Sungai.

Baca juga: Detik-detik Menentukan, Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada 2024 di Cilacap Dijaga Ketat Polisi

“Dari 132 desa dan kelurahan yang terdapat di Kudus, baru ada 68 desa yang sudah terdaftar sebagai Destana (desa tanggap bencana),” kata Mundir.

Kemudian, kata Mundir, musim hujan kali ini di Kabupaten Kudus sudah beberapa kali disertai angin kencang hingga mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik. Untuk mengantisipasi hal serupa terulang, BPBD telah koordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) untuk melakukan perimbasan dan pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang saat diterpa angin kencang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved