Berita Jateng
Sakit tak Kunjung Sembuh, Junaedi Anggota DPRD Batang Terancam di-PAW
Satu di antara kursi legislatif terancam kosong menyusul kondisi kesehatan anggota dewan, Junaedi, yang tak kunjung membaik
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Dinamika di tubuh DPRD Kabupaten Batang kembali menjadi sorotan.
Satu di antara kursi legislatif terancam kosong menyusul kondisi kesehatan anggota dewan, Junaedi, yang tak kunjung membaik dan membuatnya absen dalam berbagai agenda penting.
Situasi ini mendorong pimpinan DPRD Batang mengambil langkah strategis dengan mengajukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai partai pengusung Junaedi.
Ketua DPRD Batang, Suudi, menegaskan, langkah ini bukan sekadar administratif, melainkan demi menjaga optimalnya kinerja lembaga legislatif.
“Ini menyangkut efektivitas kerja DPRD. Ketika satu anggota tidak bisa menjalankan tugas dalam waktu lama, tentu berpengaruh terhadap jalannya fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran,” kata Ketua DPRD Batang kepada Tribunjateng, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kekosongan peran dalam alat kelengkapan dewan dapat berdampak langsung pada ritme kerja DPRD, mulai dari pembahasan kebijakan hingga pengambilan keputusan strategis.
Baca juga: Horor! Gedung Koperasi Merah Putih Tegalgunung Blora Dibangun Sebelah Makam
Keputusan PDIP
Sementara itu, proses PAW masih bergantung pada keputusan internal PDIP.
Ketua DPC PDIP Batang, Ahmad Ridwan, menyebut pihaknya tengah mengkaji secara serius surat yang dilayangkan DPRD.
“Kami tidak ingin tergesa-gesa. Semua akan dibahas melalui mekanisme partai dan dikonsultasikan ke tingkat yang lebih tinggi,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penentuan pengganti bukan hanya soal administratif, tetapi juga menyangkut representasi politik dan kesiapan kader dalam melanjutkan tugas legislasi.
Di sisi lain, kondisi Junaedi yang belum memungkinkan untuk kembali aktif dinilai menjadi faktor utama percepatan usulan PAW.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Kehormatan DPRD, ketidakhadirannya dalam waktu panjang telah berdampak pada efektivitas kerja lembaga.
Jika nantinya PDIP telah mengeluarkan keputusan resmi, DPRD Batang akan segera berkoordinasi dengan KPU untuk memulai tahapan berikutnya, termasuk penetapan hingga pelantikan anggota pengganti.
Kini, publik menanti langkah PDIP dalam menentukan sosok yang akan mengisi kursi tersebut sebuah keputusan yang tak hanya berdampak pada internal partai, tetapi juga pada keberlangsungan kinerja DPRD Batang secara keseluruhan. (Ito)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Batang-Suudi-t.jpg)