Senin, 13 April 2026

Berita Cilacap

Warga Karangpucung Cilacap Manfaatkan Sungai Kering untuk Bercocok Tanam

Warga memanfaatkan sungai kering dengan menanam sayur mayur dan umbi-umbian. Di musim kemarau, sumur-sumur warga dan areal persawahan mengering.

Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: mamdukh adi priyanto
Pingky/TribunBanyumas.com
Warga Karangpucung, Cilacap saat menyiram tanaman sayuran dan umbi-umbian yang ditanam di tepian Sungai Dermaji yang kering saat musim kemarau, Jumat (28/6/2024). Petani di Kecamatan Karangpucung pun memanfaatkannya untuk bercocok tanam di sungai yang mengering. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Aliran air Sungai Dermaji mengalami pengurangan debit air. Petani di Kecamatan Karangpucung pun memanfaatkannya untuk bercocok tanam di sungai yang mengering.

Di musim kemarau, sumur-sumur warga dan areal persawahan di wilayah Kabupaten Cilacap mulai mengalami kekeringan.

Tak hanya itu, bahkan sejumlah sungai pun mulai mengering.

Baca juga: Baru Masuk Kemarau, Wilayah Pegunungan Karanggayam Kebumen Sudah Dilanda Kekeringan

Warga memanfaatkan sungai kering dengan menanam sayur mayur dan umbi-umbian.

Kondisi tersebut tentunya menjadi berkah bagi warga Kecamatan Karangpucung dimana mereka bisa bertani di lahan yang luas yang dekat dengan sumber air.

Saat ditemui Tribunbanyumas.com di lokasi, seorang warga Kasno menanam aneka tanaman sayuran dan umbi-umbian di aliran Sungai Dermaji yang mulai mengering.

Tepian sungai yang disulap layaknya menjadi kebun tersebut Kasno tanami sayur mayur seperti caisim, bayam, kacang panjang, kecipir dan kangkung.

Baca juga: Cilacap Mengalami Kekeringan Terparah di Wilayah Jateng, 6 Desa Butuh Pasokan Air Bersih

Adapula umbi-umbian seperti ubi jalar dan juga kacang tanah serta tanaman jagung yang ia tanam.

Diungkapkan Kasno bahwa ketika musim kemarau tiba dia bersama warga Desa Karangpucung yang bermukim di sekitar Sungai Dermaji biasa memanfaatkan lahan kosong di tepian sungai untuk menanam aneka sayur dan umbi.

Hal tersebut kata Kasno sudah dilakukan sudah lama ketika musim kemarau tiba.

"Kalau musim kemarau memang biasa tanam sayuran sama umbi di sungai seperti saat ini.

Ya kita memanfaatkan lahan nganggur yang ada," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com.

Kasno mengatakan, biasanya hasil tanaman tersebut ia gunakan untuk konsumsi pribadi dan membagi kepada saudara dan tetangga.

Terkadang tak sedikit pula ada warga yang membelinya seperti sayur caisim dan kacang panjang.

Baca juga: Jokowi Targetkan Produksi Padi di Jateng Naik saat Kemarau Juli - Oktober

"Buat sendiri saja dimasak, tapi kalau ada orang yang mau beli ya saya jual juga tapi tidak banyak," kata Kasno.

Risiko Banjir

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved