Selasa, 14 April 2026

Berita Cilacap

Warga Karangpucung Cilacap Manfaatkan Sungai Kering untuk Bercocok Tanam

Warga memanfaatkan sungai kering dengan menanam sayur mayur dan umbi-umbian. Di musim kemarau, sumur-sumur warga dan areal persawahan mengering.

Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: mamdukh adi priyanto
Pingky/TribunBanyumas.com
Warga Karangpucung, Cilacap saat menyiram tanaman sayuran dan umbi-umbian yang ditanam di tepian Sungai Dermaji yang kering saat musim kemarau, Jumat (28/6/2024). Petani di Kecamatan Karangpucung pun memanfaatkannya untuk bercocok tanam di sungai yang mengering. 

Meskipun aktivitas berkebun di tepian sungai ketika musim kemarau tergolong mudah namun rupanya ada risiko yang dihadapi.

Para petani yang menggarap lahan tersebut berhadapan dengan banjir yang tiba-tiba datang.

Kasno menceritakan bahwa sayur dan umbi yang ia tanam sudah beberapa kali hanyut terbawa banjir.

Maka dari itu menurut Kasno tanaman yang ditanam ditepian sungai yakni tanaman musiman harus yang bisa dipanen dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Seperti misalnya ubi jalar atau warga lokal menyebutnya boled yang hanya membutuhkan waktu 2 bulan dalam sekali panen.

"Kebawa banjir ya sering sekali, kadang kita tidak tahu mau ada banjir.

Tiba-tiba hujan lebat, banjir ya sudah semuanya tanaman hancur," kata Kasno. 

Selain di tepian Sungai Dermaji, rupanya aktivitas memanfaatkan tepian sungai menjadi kebun sayur dan umbi-umbian juga ada di Sungai Cirajaya yang mengalir di Desa Ciporos, Cilacap.

Tepian sungai yang gersang saat ini sudah mulai menghijau dengan adanya aktivitas berkebun di sepanjang aliran sungai tersebut. (*)

Baca juga: Daftar Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang Sudah Memasuki Musim Kemarau

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved