Berita Jateng
Nurut Perintah Guru, Kisah Pria Sleman Setahun Jalan Kaki Ziarahi Makam Wali
Bambang Susilo (59), warga Sleman mengaku telah berjalan kaki selama satu tahun untuk menunaikan ziarah ke berbagai makam wali
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG – Di tengah khidmatnya kirab dan penjamasan pusaka pada malam Satu Suro di Pendopo Kabupaten Batang, hadir seorang peziarah yang mencuri perhatian, Senin (15/6/2026) malam,
Dia adalah Bambang Susilo (59), warga Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengaku telah berjalan kaki selama satu tahun untuk menunaikan ziarah ke berbagai makam wali dan ulama di Pulau Jawa.
Kedatangannya ke Batang bukan sekadar untuk menyaksikan tradisi budaya tahunan tersebut.
Bambang mengaku sedang menjalankan amanah dari gurunya untuk mencari sebuah makam waliyullah yang diyakini berada di kompleks makam sekitar Pendopo Kabupaten Batang.
"Saya dalam rangka ziarah Wali Songo. Waktu dari Sunan Gunung Jati di Cirebon, saya mendapat amanah dari guru saya untuk datang ke Pendopo Kabupaten Batang ini. Saya diminta mencari salah satu makam waliyullah yang ada di kompleks makam di sini," kata Bambang kepada Tribunjateng, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, makam yang dimaksud diyakini memiliki sejarah penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Batang dan sekitarnya.
Namun hingga kini, ia menilai belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan makam tersebut.
"Katanya masih banyak yang belum tahu. Padahal itu makam waliyullah yang menyebarkan agama Islam di daerah Batang dan sekitarnya. Saya diminta mencari dan menanyakan keberadaannya," ucapnya.
Bambang mengaku tiba di Batang sehari sebelumnya setelah menempuh perjalanan dari Cirebon.
Selama berada di Batang, ia menginap di Masjid Nurul Huda di Jalan Gajah Mada sebelum mencari informasi mengenai makam yang dimaksud.
Pria berusia 59 tahun itu bercerita, perjalanan spiritual yang dijalaninya dimulai tepat pada malam 1 Muharram tahun lalu dari kawasan makam Syekh di Parangtritis, Yogyakarta.
Sejak saat itu, ia berjalan kaki menyusuri berbagai daerah untuk berziarah ke makam para wali dan ulama.
Rute yang ditempuhnya tidaklah singkat.
Dari Yogyakarta ia menuju Demak, Kudus, Gunung Muria, Lamongan, Tuban, Gresik, Surabaya hingga Bangkalan, Madura.
"Saya jalan kaki dari Parangtritis ke Demak, Kudus, Muria, terus ke Lamongan, Tuban, Gresik, Surabaya, sampai Madura ke makam Mbah Kholil Bangkalan," tuturnya.
Baca juga: ASN Wonosobo Didorong Naik Angkot Buntut Harga BBM Naik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/peziarah-jalan-kaki.jpg)