Senin, 15 Juni 2026

Story Succes

Kisah Inspiratif Anak Buruh Terasi Rembang, Raih Gelar Doktor di UIN Walisongo Lewat Beasiswa

Kisah inspiratif Mamluatur Rahmah, anak buruh terasi asal Rembang yang sukses meraih gelar Doktor di UIN Walisongo lewat beasiswa BIB Kemenag.

Tayang:
Penulis: rajif | Editor: Rustam Aji
IST/istimewa
RAIH GELAR DOKTOR - Mamluatur Rahmah menerima Ijazah setelah menyelesaikan ujian Promosi Doktor, Rabu, 10 Juni 2026 di Gedung Sidang Promosi Pascasarjan UIN Walisongo Semarang 

Ringkasan Berita:
  • Aroma tajam terasi yang terbawa angin di Desa Bonang, Kabupaten Rembang, menjadi saksi bisu perjalanan panjang Mamluatur Rahmah dalam mengejar mimpi besarnya.
  • Sebagai putri seorang buruh terasi, ia berhasil mendobrak tembok stigma yang menyebut kemiskinan sebagai penghalang prestasi. Puncaknya, pada Rabu (10/6/2026), Rahmah resmi menyelesaikan studi doktoralnya di UIN Walisongo Semarang melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANGMamluatur Rahmah, seorang putri buruh terasi asal Desa Bonang, Kabupaten Rembang, sukses mendobrak keterbatasan ekonomi dengan meraih gelar akademik tertinggi.

Ia resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan studi S3 di UIN Walisongo Semarang melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama, pada Rabu (10/6/2026).

Keberhasilan perempuan yang akrab disapa Rahmah ini menjadi kisah inspiratif anak buruh terasi yang berhasil mematahkan skeptisisme lingkungan sekitar mengenai pendidikan perempuan.

Bagi Rahmah, keterbatasan finansial keluarga justru menjadi bahan bakar utama untuk membuktikan bahwa anak dari latar belakang keluarga prasejahtera mampu bersaing di tingkat tertinggi akademik.

"Banyak yang bilang, ‘Ngapain sekolah tinggi-tinggi, nanti ujungnya di dapur juga.’ Tapi saya ingin membuktikan bahwa perempuan, dari latar belakang ekonomi apa pun, berhak memiliki intelektualitas," ujar Rahmah usai menjalani sidang promosi doktor di Gedung Pascasarjana UIN Walisongo.

Baca juga: CBR Series Melesat Kencang, Astra Honda Racing Team Borong Tiga Podium ARRC Motegi

Ibu dan Beasiswa BIB Kemenag Jadi Kunci Sukses

Perjalanan Rahmah sebagai mahasiswa S3 UIN Walisongo tidaklah mudah. Ia mengaku sempat menghadapi titik jenuh saat menyusun tugas akhir. Namun, ingatan akan perjuangan keras ibunya yang setiap hari bergelut dengan udang rebon di Rembang menjadi kekuatannya untuk bangkit.

"Setiap kali saya merasa lelah menulis disertasi, saya selalu membayangkan tangan ibu saya. Tangan yang kasar karena setiap hari menjemur dan mengolah terasi. Saya tidak punya hak untuk menyerah ketika beliau saja tidak pernah menyerah menyekolahkan saya," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Di samping faktor internal keluarga, dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta ini menegaskan bahwa impiannya mustahil terwujud tanpa adanya program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB).

Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Kemenag dan LPDP yang menyasar kader-kader unggul dari lingkungan pesantren dan pendidikan Islam.

Menurutnya, beasiswa penuh tersebut bukan hanya sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan martabat dan kesempatan yang setara bagi anak-anak kurang mampu.

Riset Tasawuf dan Psikologi Lansia Raih Apresiasi Tinggi

Dalam disertasinya, Dr. Mamluatur Rahmah meneliti fenomena psikologis mengenai tingkat kecemasan kematian pada lansia di Pondok Pesantren Payaman, Magelang.

Melalui pendekatan yang mendalam, ia berhasil mengintegrasikan teori tasawuf dengan psikologi modern secara tajam. Hasil riset tersebut mendapat apresiasi tinggi dari para dewan penguji sidang.

Kini, perempuan yang juga aktif sebagai pengurus Lembaga Kesehatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Sukoharjo ini berharap keberhasilannya bisa memotivasi generasi muda lain yang memiliki keterbatasan serupa.

"Jangan pernah membatasi mimpi kalian hanya karena melihat dompet orang tua. Selama ada peluang dan kemauan, pasti ada jalan. Pemerintah sudah menyediakan banyak fasilitas seperti BIB ini. Tugas kita hanya belajar lebih keras dari orang lain dan jangan pernah melupakan doa orang tua," pungkas istri dari Abdus Salam tersebut. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved