Berita Jateng
Hadir di Undip, Mantan Aktivis 98 Bela Program Prabowo Meski Ditolak Rakyat
pemerintah menaruh perhatian besar pada perbaikan gizi, pemerataan pendidikan, dan peningkatan kualitas generasi muda.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: khoirul muzaki
Menurut mantan aktivis 1998 itu, kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki cara mencapai tujuan pembangunan, bukan membatalkan tujuan yang ingin dicapai.
Budiman menyebut pemerintahan Prabowo tengah berupaya mewujudkan lima agenda utama, yakni memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, menjaga persatuan nasional, mengentaskan kemiskinan, mengurangi kebodohan melalui pendidikan, serta memberantas pemborosan dan kebocoran anggaran.
Ia pun berpesan agar mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi secara santun tanpa merusak fasilitas umum maupun menyerang martabat pribadi seseorang.
"Pidato keras tidak masalah, kritik keras juga tidak masalah. Tapi jangan menghina orang dan jangan merusak fasilitas umum. Kritik harus menjadi bagian dari upaya memperbaiki bangsa," tegasnya.
Selain menghadirkan Budiman Sudjatmiko sebagai narasumber utama, forum yang digelar di Gedung Art Center Fakultas Ilmu Budaya Undip tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dan perwakilan mahasiswa.
Di antaranya Penanggap I dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, Penanggap II Fakultas Hukum Undip Adji Samekto, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip Nur Hidayat. Forum juga menghadirkan Ketua BEM Universitas Diponegoro Nur Maaid Taufiqurrahman dan Ketua BEM Universitas Brawijaya Muhammad Azhar Zidane yang menyampaikan pandangan kritis mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Diskusi dipandu oleh akademisi Fakultas Ilmu Budaya Undip, Mudjahirin Thohir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Budiman-sudjatmiko-di-semarang.jpg)