Berita Jateng
Kronologi Cekcok Budiman Sudjatmiko Vs Mahasiswa di Forum Semarang
mahasiswa tersebut kemudian menyebut jika dirinya satu di antara yang ditangkap saat aksi demonstrasi.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: khoirul muzaki
Setelah mahasiswa tersebut meninggalkan ruangan, Budiman memberikan tanggapan panjang dan disambung pertanyaan sejumlah mahasiswa.
Mantan anggota DPR RI itu menilai kritik yang disampaikan lebih banyak didorong oleh pengalaman personal dibanding upaya membangun solusi bagi masyarakat luas.
"Inilah yang disebut victim mentality. Apa kontribusinya bagi membangun peradaban? Apa kontribusinya bagi membangun kecerdasan kolektif kita?" ujar Budiman.
Ia menegaskan pengalaman menjadi korban represi negara tidak boleh dijadikan legitimasi untuk merasa paling benar.
Baca juga: Demo Mahasiswa Membara di Semarang, Bingung Presiden Ngotot Pertahankan MBG
Budiman kemudian membandingkan pengalaman mahasiswa tersebut dengan perjalanan hidupnya sendiri yang pernah dipenjara.
"Saya pernah di penjara 13 tahun. Saya tidak merasa lebih hebat dari teman-teman. Saya tidak merasa pengalaman itu membuat saya paling benar," katanya.
Menurut Budiman, kritik terhadap pemerintah penting dilakukan, tetapi harus dibarengi kemampuan menawarkan gagasan dan solusi.
"Negara tidak bisa dibangun hanya dengan kemarahan. Negara dibangun dengan gagasan, dengan argumentasi, dan dengan kemampuan menghadirkan jalan keluar," tegasnya.
Perdebatan spontan tersebut menjadi salah satu momen paling menyita perhatian dalam forum yang membahas arah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Sejumlah peserta terlihat serius menyimak adu argumentasi antara mahasiswa dan mantan aktivis yang kini berada di lingkar pemerintahan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Embun Senja Coffee itu selain menghadirkan Budiman Sudjatmiko, turut hadir akademisi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Hasyim Asy’ari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Forum-mahasiswa-budiman-sudjatmiko.jpg)