Berita Jateng
Program Magang Nasional Dibuka Juli 2026 dengan Kuota 150 Ribu Orang
program Magang Nasional mulai dibuka Juli nanti, untuk kuota per Provinsi tidak dibatasi
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendorong lulusan muda mengikuti program Magang Nasional yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan.
Program yang bertujuan untuk menjembatani generasi muda dengan dunia kerja ini secara nasional dibuka kuota sebanyak 150 ribu orang.
"Ya program Magang Nasional mulai dibuka Juli nanti, untuk kuota per Provinsi tidak dibatasi, jadi silahkan ikutan," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah , Ahmad Aziz kepada Tribunjateng.com, Rabu (3/6/2026).
Aziz mengungkap, Kementerian Ketenagakerjaan tidak membatasi kuota per provinsi karena pada program magang sebelumnya ada provinsi sepi peminat. Sebaliknya, ada provinsi ramai peminat tapi kuota terbatas.
Pada program magang sebelumnya, Jateng menerima 5 ribu peserta dari seluruh daerah Jateng. Untuk jumlah perusahaan yang disediakan mencapai 300 perusahaan.
"Perusahaan cukup variatif, ada dari rumah sakit milik pemerintah, perusahaan swasta, perusahaan asing juga ada," ungkapnya.
Aziz berharap, generasi muda di Jawa Tengah bisa memanfaatkan program ini. Sebab, program magang yang rencananya dilaksanakan selama satu tahun bisa membuka peluang kerja ke sebuah perusahaan.
"Biasanya perusahaan akan memantau para peserta magang ini, misal cocok bisa langsung direkrut," ungkapnya.
Semisal tidak masuk dalam perusahaan itu, lanjut Aziz, peserta magang setidaknya mendapatkan surat keterangan magang.
"Surat ini juga menambah kredit poin ketika mencari kerja," tuturnya.
Baca juga: Bukan Brasil, 2 Negara Ini Dinilai Punya Kualitas Komplit di Piala Dunia 2026 Versi Otavio Dutra
Selain program magang, Aziz menyebut, ada peluang job fair di Kabupaten/kota di Jawa Tengah.
"Sejauh ini ada delapan Kabupaten/kota yang mengadakan Job Fair dengan kuota lowongan kerja 3 ribu sampai 5 ribu," terang Aziz.
Merujuk data BPS Jawa Tengah, jumlah komposisi angkatan kerja di Jateng pada November 2025 terdiri dari 21,36 juta orang penduduk bekerja dan 0,97 juta orang pengangguran.
Dari jumlah itu, pekerja informal sebanyak 12,49 juta orang (58,50 persen), sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 8,86 juta orang
(41,50 persen). (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Jobfair-kebumen-membludak.jpg)