Berita Jateng
Jalan Kunduran–Ngawen Blora Rusak Berat, Diduga Akibat Tanah Labil dan Truk ODOL
Kondisi ruas jalan Kunduran–Ngawen di beberapa titik mengalami kerusakan yang cukup parah.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, – Kondisi ruas jalan Kunduran–Ngawen di beberapa titik mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kondisi itu mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang melintas.
Ruas jalan Kunduran - Ngawen statusnya merupakan jalan provinsi, sehingga kewenangan perbaikan jalan ada pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Adi Prasetyo, mengatakan ruas jalan Kunduran–Ngawen memiliki panjang total 28,5 kilometer.
Dari total panjang tersebut, sebanyak 22,30 kilometer berada dalam kondisi baik, 0,30 kilometer kondisi sedang, 3,40 kilometer mengalami rusak ringan, dan 2,50 kilometer masuk kategori rusak berat.
Menurut Adi, sejumlah kerusakan yang terjadi di ruas jalan tersebut sebenarnya telah mendapat penanganan secara berkala.
"Banyak kerusakan yang sudah diperbaiki. Tahun ini juga ada paket penggantian perkerasan beton di ruas Kunduran–Ngawen–Blora," katanya, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Selasa (2/6/2026).
Selain itu, menurutnya perbaikan jalan Kunduran -Ngawen itu, juga telah diusulkan ke program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Adi menyebut survei rencana IJD telah dilaksanakan pada 26 Mei 2026.
Terkait penyebab kerusakan jalan Kunduran-Ngawen, pihaknya menjelaskan kondisi jalan dipengaruhi oleh tingginya aktivitas kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) serta karakteristik tanah lempung (clay) yang tidak stabil.
"Kondisi tanah yang tidak stabil menyebabkan perkerasan mengalami pumping dan cracking, sehingga kerusakan lebih cepat terjadi," jelasnya.
Baca juga: Padepokan Padang Ati Kosong Usai Pengasuhnya Dicokok Polisi, Seluruh Santri Dipulangkan
Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat, Adi menegaskan Pemprov Jawa Tengah terus melakukan upaya perbaikan melalui pemeliharaan rutin jalan.
"Saat ini Pemprov Jateng sudah berusaha melakukan perbaikan jalan dengan cara pemeliharaan rutin jalan dan penggantian perkerasan beton di beberapa titik," terangnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sembari menunggu realisasi usulan IJD dari pemerintah pusat agar penanganan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
"Sambil terus mengajukan IJD ke pemerintah pusat untuk penanganan yg lebih komprehensif," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Jalan-Ngawen-blora-rusak.jpg)