Berita Jateng
Mengenal Pohon Langka Padmonobo yang Dianggap Sakral Warga Sragen
pohon ini kerap dianggap sebagai simbol keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Salah satu lokasi penting berada di Dukuh Glagah, Desa Blangu, Kecamatan Gesi. Berdasarkan cerita babad masyarakat setempat, pohon ini pertama kali ditemukan di pusar atau titik tengah Gunung Gendeng. Posisi tersebut diyakini menguatkan makna asli nama “Padmanaba” atau sesuatu yang tumbuh dari pusat kehidupan.
Selain itu, pohon Padmonobo juga ditemukan di kawasan Makam Butuh, Kecamatan Plupuh, wilayah yang erat dikaitkan dengan jejak sejarah Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya.
Lokasi lainnya berada di kawasan Mojoroto, Sambirejo, tepatnya di area petilasan Ki Ageng Srenggi yang berdekatan dengan bumi perkemahan Ki Ageng Srenggi.
Keberadaan pohon tersebut di kawasan-kawasan historis memperkuat keyakinan masyarakat bahwa Padmonobo sejak dahulu digunakan sebagai penanda tempat suci dan kawasan sakral.
Gerakan konservasi yang dilakukan Kapolres Sragen bersama jajaran PJU Polres Sragen ini dinilai memiliki makna jauh lebih luas dibanding sekadar penghijauan lingkungan.
Kapolres Sragen menegaskan bahwa menjaga kelestarian Padmonobo berarti menjaga memori sejarah, filosofi leluhur, sekaligus keseimbangan ekologis wilayah Sukowati.
Di tengah ancaman hilangnya vegetasi asli akibat alih fungsi lahan dan minimnya regenerasi tanaman endemik, gerakan tersebut diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk kembali mengenali identitas ekologis daerahnya sendiri.
“Menjaga alam sejatinya adalah menjaga warisan leluhur dan menjaga masa depan generasi berikutnya,” ungkap AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Padmonobo.jpg)