Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Jepara

Jepara Masukkan Praktik Pengelolaan Sampah Jadi Kurikulum Pendidikan Sekolah

Tak cukup hanya itu, kini gerakan peduli sampah di Kabupaten Jepara mulai digerilyakan di tingkat pendidikan sekolah.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Saiful Masum
KURIKULUM SAMPAH MASUK SEKOLAH - Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menunjukkan buku panduan Kurikulum Sampah yang dilaunching Bank Sampah Induk Berseri Jepara, Jumat (29/5/2026) di Pendopo Kartini Jepara. Diharapkan kurikulum sampah ini bisa diterapkan di jenjang pendidikan PAUD hingga SMA sederajat.  

Ringkasan Berita:
  • Bank Sampah Induk Berseri Jepara menggandeng Pemerintah Kabupaten Jepara melaunching Kurikulum Sampah, Jumat (29/5/2026) di Pendopo Kartini Jepara.
  • Mengusung tema "Edukasi Sampah Untuk Generasi Indonesia Emas", sebagai ikon kurikulum sampah bernama Si Bopah (Bocah Peduli Sampah).
  • Menjadikan anak usia pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang sadar penuh terhadap pengelolaan sanpah sejak dini.

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Persoalan sampah di Kabupaten Jepara kini menjadi perhatian semua pihak.

Selain penanganan yang bertumpu pada sektor pemrosesan dan pengolahan sampah menjadi barang bernilai, kini upaya menangani sampah daerah mulai merambah pada usaha pembentukan karakter.

Edukasi secara masif mulai digencarkan kepada masyarakat agar lebih aware terhadap kebersihan lingkungan masing-masing.

Tak cukup hanya itu, kini gerakan peduli sampah juga mulai digerilyakan di tingkat pendidikan sekolah. Sasarannya mulai dari jenjang PAUD, TK, SD sederajat, SMP sederajat, dan SMA sederajat.

Bank Sampah Induk Berseri Jepara menggandeng Pemerintah Kabupaten Jepara melaunching Kurikulum Sampah, Jumat (29/5/2026) di Pendopo Kartini Jepara.

Mengusung tema "Edukasi Sampah Untuk Generasi Indonesia Emas", sebagai ikon kurikulum sampah bernama Si Bopah (Bocah Peduli Sampah).

Menjadikan anak usia pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang sadar penuh terhadap pengelolaan sanpah sejak dini.

Di tingkat PAUD dan TK, sistem kurikulum sampah diberikan dengan model edukasi sambil bermain.

Di jenjang SD sederajat, kurikulum sampah mengajarkan anak didik belajar memahami cara menjaga lingkungan tetap bersih, buang sampah pada tempatnya, jenis-jenis sampah, hingga praktik langsung dalam mengelola sampah.

Baca juga: Pemkab Banyumas Bikin 28 KSM di Pasar, Pedagang Dapat Uang dari Sampah

Di jenjang SMP dan SMA sederajat, kurikulum sampah difokuskan pada edukasi bagaimana anak didik mulai mengenal jenis kreativitas yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai jual.

Dengan edukasi berbasis pendidikan karakter, hadirnya Kurikulum Sampah menjadi senjata bagaimana generasi penerus bangsa disiapkan sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah.

Pendiri Bank Sampah Induk Berseri Jepara (BSIJ), Anis Surahman berharap, edukasi terkait bagaimana daur ulang sampah tidak hanya berkutat di kalangan ibu rumah tangga saja.

Dalam hal ini, pemerintah perlu memperbanyak edukasi daur ulang sampah di sekolah untuk mendapatkan nilai ekonomi melalui pengolahan sampah plastik menjadi produk yang bisa digunakan.

Kata dia, persoalan sampah di Kabupaten Jepara tidak boleh dipandang sebelah mata. Mengingat kondisi TPA Bandengan sebagai satu-satunya tempat pembuangan sampah kini sudah tidak bisa menampung sampah lebih banyak lagi.

Sedangkan produktivitas sampah masyarakat justru meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk Kabupaten Jepara.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved