Rabu, 27 Mei 2026

Pemprov Jateng

Bermodalkan Semangat,Warga Miskin Jateng Dilatih Gratis di BIPTAK, Diberi Makan dan Disalurkan Kerja

Program pelatihan dari BIPTAK merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran

Tayang:
Editor: Rustam Aji
PEMPROV JATENG/dok.humas Pemprov Jateng
PELATIHAN - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melihat langsung pelatihan kerja di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah pada Februari 2026 sebesar 4,24 persen
  • Tercatat, saat ini sekitar 481 ribu tenaga kerja telah terserap industri.
  • Itu tak lepas dari upaya Pemprov Jateng yang tak henti-hentinya memberikan pelatihan ketrampilan bagi warga dari keluarga kurang mampu atau miskin dan disabilitas agar siap bekerja di perusahaan mitra
  • Pelatihan itu ditangani oleh Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Disperindag Provinsi Jawa Tengah.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tak henti-hentinya memberikan pelatihan ketrampilan bagi warga dari keluarga keluarga kurang mampu atau miskin dan disabilitas di wilayahnya, agar siap bekerja di perusahaan mitra

Pelatihan itu ditangani oleh Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah.

Pada Mei 2026 ini ada sekitar 300 peserta pelatihan. Mereka diberikan pelatihan sebagai operator garmen dan alas kaki. 
Kegiatan tersebut didukung oleh Baznas Jateng, PLN Jateng, serta para perusahaan mitra. 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung proses pelatihan tersebut pada Selasa, 26 Mei 2026. Disela tinjauan itu, Ia juga sempat berdialog dengan para peserta.  

"Satu angkatan kita akan melatih 300 orang. Kegiatan ini bagi anak-anak kita yang mereka kurang mampu,  termasuk disabilitas juga dilatih di sini, dan mereka semua siap kerja di 11 perusahaan mitra," kata Luthfi. 

Program pelatihan dari BIPTAK merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran terbuka.

Baca juga: Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen: Prospek Bagus!

Sebab, Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah pada Februari 2026 sebesar 4,24 % . Tercatat, saat ini sekitar 481 ribu tenaga kerja telah terserap industri.

20260526-biptak-luthfi
RANGKUL PESERTA PELATIHAN - Program pelatihan dari BIPTAK merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran terbuka.

Selain itu,  program ini juga untuk mendukung iklim investasi yang sedang bergeliat di provinsi ini. Dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan sudah siap pakai di industri padat karya. 

"Di sini sudah dilatih cara membikin pakaian, cara ngedol sepatu, cara menjahit dan sebagainya,” kata dia. 

Tidak Dipungut Biaya

Kepala Disperindag Jawa Tengah Julu Emmylia menambahkan, dalam selama 20 hari pelatihan, peserta tidak dipungut biaya sama sekali. Mereka juga diberikan fasilitas makan dan tempat menginap, juga antar-jemput ke perusahaan mitra.

"Selesai pelatihan langsung kami tempatkan di perusahaan. Mereka menjadi karyawan tetap dengan gaji UMR," katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terlatih dari BIPTAK sekitar 5.000 orang per tahun. Namun dari kapasita alat maupun infrastruktur, BIPTAK baru dapat memenuhi sekitar 3.000 orang yang terbagi dalam beberapa angkatan. Dalam hal ini collaborative funding dengan perusahaan mitra serta Baznas Jateng dan PLN menjadi sangat penting.

Baca juga: Buka SPMB 2026 Jenjang SMA-SMK, Ahmad Luthfi: No Titip No Jastip

"Kapasitas kami 3000 orang, anggaran kami melatih hanya 300 orang, maka dibantu oleh CSR. Hampir 700 orang kami kerja sama dengan PT Mas Arya, total bisa melatih dengan menggunakan tempat kami sebanyak 960 orang. Itu langsung ditempatkan di PT Mas Arya," jelasnya.

Seorang peserta pelatihan asal Boyolali, Bina Una Cahyani, mengaku sangat terbantu dengan adanya program dari BIPTAK tersebut. Terlebih selama pelatihan ia mendapatkan materi yang mudah dipahami serta fasilitas lengkap.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved