Berita Jateng
Alfamart Ungkap Penyebab Produk UMKM Sulit Masuk Ritel Modern
Dari 39 ribu pelaku usaha yang tercatat, baru 20 produk UMKM yang berhasil masuk ritel Alfamart.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Jalan UMKM di Kabupaten Kendal menembus pasar ritel modern masih panjang.
Dari 39 ribu pelaku usaha yang tercatat, baru 20 produk UMKM yang berhasil masuk ritel Alfamart.
Angka itu ingin diubah Bupati Dyah Kartika Permanasari lewat program kurasi dan pelatihan intensif kepada pelaku UMKM.
Dalam pelatihan yang digelar Pemkab Kendal bersama Alfamart itu, bupati yang akrab disapa Tika menargetkan jumlah pelaku UMKM lokal bisa bertambah di pasaran ritel Alfamart.
"Tahun ini kita targetkan 50 produk lokal bisa terpilih untuk masuk ke ritel Alfamart," katanya, Selasa (26/5/2026).
Tika menambahkan, kualitas produk UMKM Kendal tak kalah dengan produk dari wilayah lain. Tika memahami jika proses seleksi dan kurasi produk yang dilakukan Alfamart cukup ketat.
Meski begitu, dia juga memotivasi pelaku UMKM tak mudah menyerah sehingga produknya bisa naik kelas.
"Semoga para pelaku UMKM ini bisa dapatkan kesempatan untuk naik kelas," tuturnya.
Tika juga menegaskan pelaku UMKM yang memiliki omset di bawah Rp 500 juta per tahun tak dikenakan pajak pendapatan.
"Yang omsetnya lebih dari Rp 500 juta yang kita tarik pajak pendapatannya," ujarnya.
Baca juga: Rektor UIN Gusdur Pekalongan Asli Blora, Bangga Meski Daerahnya Dulu Tertinggal
Kabid UMKM Dinas Perdagangan Kendal, Lytria Wandwiati menerangkan, pelatihan difokuskan untuk penataan packaging serta pengelolaan keuangan.
Tujuannya supaya produk UMKM Kendal tak hanya bagus di kualitas, tapi juga siap bersaing di rak ritel.
"Hari ini ada 50 temen-temen pelaku UMKM yang ikut pelatihan, dan harapan kami semoga setelah ini mereka bisa masuk pasar ritel," imbuhnya.
Manajer Alfamart Kendal, Abdi Sulistianto menuturkan pihaknya membuka peluang lebar bagi produk pelaku UMKM lokal bersaing di 99 ritel Alfamart di Kendal.
Namun, pihaknya juga menerapkan seleksi ketat terhadap produk yang akan masuk, terutama kesiapan stok dan pasokan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Bupati-Kendal-lihat-produk-UMKM.jpg)