Berita Wonosobo
Jelang Iduladha, Sapi Jenis Limosin Banyak Diburu di Pasar Hewan Wonolelo Wonosobo
Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Wonolelo Wonosobo meningkat jelang Iduladha. Peminat sapi lebih menyukai limosin untuk hewan kurban.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Wonolelo Wonosobo meningkat menjelang Iduladha.
- Pembeli hewan kurban sapi lebih banyak memilih jenis limosin.
- Sapi limosin dinilai memiliki kualitas daging lebih baik.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Sulis datang ke Pasar Wonolelo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk mencari sapi untuk hewan kurban.
Dia sengaja datang ke pasar hewan agar bisa memilih sapi, khususnya jenis limosin.
"Lagi cari sapi yang harga Rp25 juta," kata warga Kepil, Wonosobo, Minggu (24/5/2026).
Sulis mengaku, hampir setiap tahun datang ke pasar tersebut saat menjelang Iduladha.
Baca juga: Cegah Penyakit dan Stunting, Dinkes Wonosobo Perketat Standar Sanitasi di Pondok Pesantren
Menurutnya, membeli hewan kurban langsung di pasar hewan memberi keleluasaan lebih dibanding membeli langsung dari peternak.
"Ya karena lebih bebas milih," ujarnya.
Sulis mencari sapi limosin jantan yang sehat untuk dijadikan hewan kurban.
Jenis limosin dinilai memiliki kualitas daging yang baik.
"Saya cari jenis sapi yang limusin karena warna dagingnya lebih merah dan enak," katanya.
Keramaian di Pasar Hewan Wonolelo sudah terasa sejak pagi.
Pasar Wonolelo aktif setiap Legi, menurut pasaran Jawa.
Tak hanya di area sapi, keramaian juga terasa di area kambing dan domba.
Beberapa calon pembeli terlihat sedang melakukan tawar menawar harga, namun yang lain juga mengecek kondisi hewan secara detail semisal kesehatan gigi hingga bagian tanduk.
Ada juga yang langsung menaikkan ternak ke bak pikap setelah transaksi selesai.
Kholil, peternak sapi asal Leksono, Wonosobo, mengatakan, harga sapi untuk kurban tahun ini lebih mahal dibanding Iduladha tahun lalu.
Ia menyebut, sapi jenis limosin menjadi yang paling banyak dicari pembeli.
Ia menjelaskan, sapi limosin usia lebih dari dua tahun kini dijual sekitar Rp24 juta per ekor.
Harga tersebut naik dibanding tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp20 juta.
Menurut Kholil, tingginya minat masyarakat terhadap sapi limosin dipengaruhi tampilan fisik dan kualitas daging.
"Banyak yang suka kalau limosin ini," ujarnya.
Kholil menjelaskan harga sapi tidak bisa dipatok sama rata karena dipengaruhi banyak faktor, mulai dari bobot, ukuran tubuh, hingga jenis indukan sapi.
"Kalau sapi ya, dilihat per ekornya berapa, beda-beda harganya, tergantung badannya, bobotnya, jenisnya dan lain-lain," jelasnya.
Pada pasaran kali ini, ia hanya membawa dua ekor sapi ke pasar.
Sementara, ternak lain masih dipelihara di rumah.
"Sekarang hanya bawa dua ekor saja. Lebihnya di rumah. Pasar Wonolelo kan pasarannya hari Manis (Legi)," katanya.
Meski hanya membawa sedikit ternak ke pasar, penjualan sapi milik Kholil menjelang Iduladha tahun ini tergolong tinggi.
Baca juga: Dinkes Wonosobo Imbau Warga Lakukan CKG sebelum Iduladha: Cegah Masalah Kesehatan Akibat Kolesterol
Ia sudah menjual sekitar 30 ekor sapi kepada pembeli dari berbagai daerah.
"Sudah 30-an. Pembeli ada dari Bandung, Purbalingga, hingga Tasikmalaya," lanjutnya.
Selain mengandalkan transaksi di pasar, sebagian pembeli juga datang langsung ke rumah untuk memilih sapi.
Rutin Vaksin Cegah PMK
Di tengah meningkatnya aktivitas jual beli ternak, Kholil menilai, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini jauh lebih terkendali dibanding beberapa tahun lalu saat wabah sempat membuat peternak khawatir.
"Sekarang sudah landai. Ya ada tapi jarang. Ngga kaya wabah beberapa tahun lalu," katanya.
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, peternak rutin melakukan vaksinasi pada hewan ternak mereka.
Meski harga sapi tahun ini dinilai lebih mahal dibanding sebelumnya, tingginya minat masyarakat membuat aktivitas transaksi di Pasar Hewan Wonolelo tetap ramai menjelang Iduladha 2026. (*)
| Cegah Penyakit dan Stunting, Dinkes Wonosobo Perketat Standar Sanitasi di Pondok Pesantren |
|
|---|
| Dinkes Wonosobo Imbau Warga Lakukan CKG sebelum Iduladha: Cegah Masalah Kesehatan Akibat Kolesterol |
|
|---|
| Panitia Musda XI Golkar Wonosobo Laporkan Hasil Pelaksanaan Musda ke DPD I Jateng |
|
|---|
| Seorang Pria di Wonosobo Diciduk Polisi, Diduga Jadi Mucikari Prostitusi Online |
|
|---|
| Memacu Adrenalin di Curug Silancur Kebumen Lewat Canyoneering, Menuruni Air Terjun Gunakan Tali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260525-suasana-pasar-hewan-wonolelo-wonosobo-jelang-iduladha.jpg)