Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jateng

Layanan Eazy Passport Diperluas di Wonosobo, Bikin Paspor tak Perlu ke Kantor Imigrasi

Warga dapat mengurus paspor di kantor imigrasi mana saja di Indonesia tanpa harus menyesuaikan alamat tempat tinggal.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
UNSPLASH/NICOLE GERI
Ilustrasi Paspor. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo mulai mempersiapkan pelayanan paspor haji 2027 lebih awal di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keimigrasian.


Tak hanya fokus pada percepatan penerbitan paspor calon jemaah haji, Imigrasi Wonosobo juga memperluas layanan jemput bola melalui program Eazy Passport agar masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor imigrasi.


Wilayah kerja Imigrasi Wonosobo sendiri meliputi Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Magelang, dan Kota Magelang.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, Taufan mengatakan,  saat ini masyarakat juga tidak lagi dibatasi wilayah domisili saat membuat paspor.


Warga dapat mengurus paspor di kantor imigrasi mana saja di Indonesia tanpa harus menyesuaikan alamat tempat tinggal.


“Orang manapun bisa paspor di mana saja, tidak harus di wilayahnya,” kata Taufan, Senin (18/5/2026).


Imigrasi Wonosobo mulai mempercepat koordinasi pelayanan paspor haji bahkan sebelum musim keberangkatan dimulai.


Taufan mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian terkait di Wonosobo, Temanggung, dan Magelang sejak jauh hari untuk memastikan proses penerbitan paspor calon jemaah berjalan lancar.


“Biasanya enam bulan sebelumnya sudah kita buat,” ujarnya.


Menurutnya, tingginya jumlah pengurusan paspor haji membuat pihak imigrasi menyiapkan pola pelayanan khusus agar antrean reguler tidak terganggu.


Salah satunya dengan menyediakan booth pelayanan tersendiri bagi calon jemaah haji di kantor imigrasi.


Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan umum dan pelayanan haji dapat berjalan bersamaan tanpa menghambat pemohon lain.


Ke depan, Imigrasi Wonosobo juga berencana memperkuat kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah guna memperjelas sistem pelayanan haji 2027.


Taufan menyebut proses penerbitan paspor haji relatif lebih mudah karena calon jemaah telah memiliki nomor keberangkatan resmi.


“Wawancara tetap, tapi tidak terlalu mendalam karena sudah ada rekomendasi dan nomor kursi,” ujarnya.


Selain pelayanan di kantor, Imigrasi Wonosobo kini mengandalkan program Eazy Passport untuk menjangkau masyarakat secara langsung.


Melalui program tersebut, petugas imigrasi mendatangi lokasi pemohon untuk melakukan proses pembuatan paspor.


Skema itu dinilai mempermudah masyarakat karena tidak perlu datang dan mengantre di kantor imigrasi.


“Jemput bola jadinya. Nggak perlu ke kantor, bisa kita yang mendatangi,” kata Taufan.

Baca juga: Aktivitas Saat Ini Jemaah Haji Purbalingga di Tanah Suci


Meski dilakukan di luar kantor, proses foto dan wawancara tetap dilakukan sesuai prosedur resmi. Sedangkan pencetakan paspor tetap mengikuti mekanisme pembayaran yang berlaku.


Namun, layanan Eazy Passport memiliki ketentuan minimal antara 30-50 pemohon sesuai aturan.


Imigrasi Wonosobo tetap membuka peluang pelayanan kolektif apabila ada pengajuan resmi dari masyarakat maupun instansi.


Bahkan, pihak imigrasi membuka kemungkinan menghadirkan layanan paspor di ruang publik seperti car free day apabila antusiasme masyarakat cukup tinggi.


“Kalau di Wonosobo ada CFD siapa tahu dengan adanya inisiatif kita buka pelayanan paspor,” ujarnya.


Ia juga meminta masyarakat tidak ragu mengajukan pelayanan kolektif agar petugas imigrasi dapat hadir langsung ke lokasi pemohon.


"Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pelayanan dengan slogan Imigrasi untuk Rakyat," tandasnya. (ima)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved