Kebumen
Pukau Pakar Jepang, DPRD Pamer Batu 117 Juta Tahun Karangsambung
DPRD Jateng Reza Mardhika memaparkan potensi Geopark Karangsambung di depan pakar dunia dalam simposium di Kebumen, Kamis (7/5).
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Reza Mardhika jadi pembicara di Symposium Summer School Kampus Geologi Luk Ulo, Kamis (7/5/2026).
- Simposium ini dihadiri para pakar geologi dari Jepang, Malaysia, Aljazair, hingga Pakistan.
- Kebumen mencatat rekor tertinggi 675.348 kunjungan wisata Jateng saat libur Lebaran.
- Karangsambung menyimpan batuan lantai samudra purba berusia 125 juta tahun.
- Hasil simposium dijadikan policy brief untuk pembangunan berkelanjutan Kabupaten Kebumen.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Faiz Alauddien Reza Mardhika menekankan soal besarnya potensi dan rencana pengembangan Geopark Kebumen.
Hal tersebut disampaikan Reza secara langsung saat dirinya didapuk menjadi Keynote Speaker dalam acara Symposium Summer School: Digital Innovation Towards the Achievement of Collaborative Sustainable Development Goals (SDGs) yang berlangsung di Kampus Lapangan Geologi Luk Ulo Karangsambung pada Kamis (7/5/2026) lalu.
Acara edukatif tersebut tampak dihadiri oleh para pakar, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai belahan dunia seperti Malaysia, India, Pakistan, dan Aljazair.
Baca juga: Rumah Warga Karangsambung Kebumen Nyaris Ludes, Kebakaran Diduga Dipicu Korek Api Anak Pemilik Rumah
Dalam pemaparannya di podium, Reza mengungkapkan capaian luar biasa dari Kabupaten Kebumen yang baru-baru ini berhasil memecahkan rekor kunjungan wisatawan tertinggi di Jawa Tengah.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kebumen mencatat jumlah pengunjung wisata tertinggi di Jawa Tengah dengan lebih dari 600.000 wisatawan hanya dalam waktu dua minggu," kata Reza dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com pada Minggu (17/5/2026).
Dia menambahkan, kekayaan geologi Karangsambung dijuluki sebagai The Mother Earth of Java. Kawasan lindung ini sejatinya merupakan lantai samudra purba yang terangkat ke permukaan dengan singkapan batuan dari Zaman Kapur (Cretaceous) yang berusia sekitar 117 hingga 125 juta tahun. Keunikan batuan purba inilah yang menjadikan kawasan Karangsambung sebagai bukti evolusi tektonik tertua di daratan Pulau Jawa.
"Kebumen bukan sekadar kabupaten biasa. Di dalamnya terdapat catatan geologis istimewa yang menjadi rumah bagi batuan tertua yang pernah tersingkap di Jawa," terangnya membanggakan.
Menurutnya, pencapaian status UNESCO Global Geopark (UGGp) bukan hanya semata tentang kegiatan konservasi alam, melainkan juga sebagai instrumen pengentasan kemiskinan melalui geotourism dan pengembangan lini bisnis UMKM. Visi strategis tersebut dinilai sangat sejalan dengan tujuan utama program Summer School Geo Conservation 2026, yaitu mentransfer ragam pengetahuan geodiversitas, biodiversitas, dan pelestarian budaya kepada para generasi muda.
"Kehadiran peserta mancanegara adalah momentum penting untuk memperkenalkan Kebumen UNESCO Global Geopark ke kancah internasional," tuturnya.
Nantinya, melalui kegiatan tingkat dunia ini akan dibuat sebuah dokumen policy brief dan karya ilmiah berbasis inovasi digital, yang pada akhirnya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen sebagai basis data mutakhir penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang. (Ais)
| Targetkan Lima Kursi DPRD, PSI Kebumen Kebut Bentuk Ranting di 460 Desa |
|
|---|
| Basarnas Cari Markas, Pemkab Kebumen Tawarkan Lahan di Prembun |
|
|---|
| Harga Cuma Rp1.700 per Biji, Pengusaha Sokka Pejagoan Siap Pasok Program Gentengisasi |
|
|---|
| Jembatan Karanganyar Dibuka, Tukang Becak Motor Tak Lagi Sepi Penumpang |
|
|---|
| Ditinggal Kenduren, Warung di Kebumen Kebobolan Maling untuk Ketiga Kalinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260507-pemaparan-reza-mardhika-simposium-kebumen.jpg)