Berita Jateng
Diusulkan Jadi Daerah Penyangga Pangan, Jasela Hadapi Tantangan Peralatan Pertanian Belum Modern
Jasela menghadapi tantangan di bidang infrastruktur pertanian dalam upaya menjadi daerah khusus penyangga pangan. Peralatan kurang modern.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Wilayah Jawa Tengah bagian Selatan (Jasela) akan diusulkan sebagai Daerah Khusus Penyangga Pangan Nasional dengan fokus ke sektor pertanian, peternakan, dan maritim.
Tetapi, sejumlah kendala masih dihadapi, terutama berkaitan dengan infrastruktur.
Bahkan, dibandingkan wilayah Pantai Utara (Pantura), peralatan dalam pertanian di wilayah Jasela tertinggal.
Kepala Bulog Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan, kemampuan pangan di Jasela sebenarnya bagus.
Baca juga: Pakar Sejarah Maritim UI Dukung Pengembangan Jasela: Cilacap Pernah Jaya Sebagai Pintu Ekspor
Dia mencontohkan, hasil panen padi di Cilacap masih sangat berlimpah.
Tetapi, jika dibandingkan dengan Pantura, petani di Jasela menghadapi kendala di peralatan.
Peralasan pertanian di Pantura disebutnya jauh lebih modern.
Prawoko bisa membandingkan lantaran sebelum di Banyumas, dia ditugaskan di Pekalongan.
"Posisi panen secara umum untuk komoditas pangan di Jasela, kita optimistis."
"Tapi, secara tata niaga, perlu infrastruktur," katanya dalam Focus Group Discussion (FGF) membahas pengembangan Jasela di Gedung PD Muhammadiyah Banyumas, Rabu (13/5/2026).
Prawoko mengatakan, hasil serapan gabah petani di wilayah Banyumas Raya, mencapai 89 ribu ton.
Serapan tersebut bahkan melebihi target 72 ribu ton.
"Tiap tahun kita selalu memenuhi target."
"Saat ini, stok kita ada 82 ribu ton. Semua murni hasil serapan untuk cadangan pemerintah," ungkapnya.
Baca juga: Kumpulkan KAI hingga Jatam, Abdul Kholik Dorong Jasela Penyangga Pangan
Prawoko mengatakan, untuk komoditas lain, seperti jagung, ada di wilayah Purbalingga, serapan Bulog mencapai 16 ton.
Sedangkan untuk kedelai, belum ada di wilayah Banyumas Raya.
"Sejumlah 16 ton serapan jagung itu sebenarnya masih kurang, karena yang kita ambil pun kelebihan panen yang belum terjual," jelasnya. (*)
| Jateng Kesulitan Penuhi 87 Persen Lahan Baku Sawah sebagai Syarat Bentuk RTRW |
|
|---|
| Pakar Sejarah Maritim UI Dukung Pengembangan Jasela: Cilacap Pernah Jaya Sebagai Pintu Ekspor |
|
|---|
| Beda Nasib dengan Ndholo Kusumo, Ponpes Al Anwar Jepara Batal Dibekukan, Yayasan Pilih Pecat AJ |
|
|---|
| AMPB Gugat Aset Desa Berubah Jadi Milik Polri untuk Rumah Sakit, Wakapolresta Membantah |
|
|---|
| Pengendara Heran Tiap Malam Pertalite di SPBU Habis, Sulit Dipercaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260514-fgd-jasela-di-pd-muhammadiyah-banyumas.jpg)