Minggu, 7 Juni 2026

Berita Jateng

KDMP Masuk Kurikulum Sekolah, Jateng Provinsi Pertama yang Menerapkan

Dalam materi insersi koperasi, sebanyak 6,38 juta pelajar di Jawa Tengah bakal mendapatkan salah satu materi pokok koperasi

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/iwan Arifianto
PENDIDIKAN KOPERASI - Provinsi Jawa Tengah melaunchihg Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jawa Tengah, Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menerapkan Insersi Pendidikan Perkoperasian atau menyisipkan materi pendidikan koperasi ke seluruh jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMA dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Program insersi ini menjadikan Jawa Tengah sebagai Provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan pendidikan koperasi ke kurikulumnya.

Dalam materi insersi koperasi, sebanyak 6,38 juta pelajar di Jawa Tengah bakal mendapatkan salah satu materi pokok koperasi di antaranya materi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Kami tidak merubah atau menambah pelajaran tetapi menyelipkan materi koperasi di antaranya yang sejalan dengan program pemerintah berupa koperasi Merah Putih yang anak-anak didik kita harus tahu tentang koperasi itu," ujar Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kepada Tribunjateng.com selepas Launching Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jawa Tengah, Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026).

Lutfhi menyebut, insersi Perkoperasian bakal diterapkan mulai tahun ini persisnya pada tahun ajaran baru 2026.  Sebelum diterapkan, para guru yang mengampu mata pelajaran ini sudah diberikan sosialisasi dan pelatihan.

"Modul sudah ada, dan kepala sekolah, pengawas, guru sudah di-drill (dilatih) tinggal pelaksanaannya," bebernya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah, Eddy S. Bramiyanto mengatakan, insersi perkoperasian di dunia pendidikan bertujuan agar pelajar bisa memahami dan mendalami ekonomi kerakyatan, ilmu gotong royong, dan kemampuan kerjasama.

 Penerapannya, para pelajar di tingkat sekolah dasar hanya memperoleh materi berupa pengenalan dunia Perkoperasian seperti struk koperasi dan bentuk-bentuk usahanya.

Jenjang pendidikan menengah dan atas akan lebih banyak ke praktikum menggerakkan koperasi mulai dari proses membuat laporan keuangan, proses jual beli hingga membuat program IT pengembangan koperasi.

 Penerapan pendidikan ini, tentunya menyesuaikan kejuruan dari masing-masing sekolah.

Insersi perkoperasian juga bisa masuk ke kokurikuler atau kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran inti.

"Pelaksanaan juga kami serahkan ke guru bisa di awal mata pelajaran atau akhirnya, tinggal menyesuaikan," ungkapnya.

Jateng yang Pertama di Indonesia

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang menerapkan Insersi Pendidikan Perkoperasian. Menurutnya, program pendidikan ini merupakan pertama di Indonesia.
"Jateng jadi provinsi pertama di Indonesia yang membuat Insersi kurikulum tentang Perkoperasian dan harapannya agar provinsi-provinsi lain bisa melakukan hal yang sama," katanya.

Ia mengatakan, Jawa Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai wilayah yang memiliki sejarah panjang perkoperasian. Karena, Jateng juga menjadi tempat lahirnya koperasi pertama di Indonesia yang didirikan di Banyumas.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved