Selasa, 12 Mei 2026

Berita Jateng

Insiden Anak Terbakar di Batang saat Bermain Merpati, Ada Dugaan Bullying

Korban yang masih berusia anak-anak itu hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Tito Isna Utama
KORBAN BULLY - Kasatreskrim Polres Batang iptu Albertus Sudaryono saat ditemui di kantornya untuk menyampaikan dugaan Bullying, Selasa (12/5/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Kasus bocah yang mengalami luka bakar serius di Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, mulai mengarah pada dugaan perundungan antaranak yang berujung kekerasan berbahaya.


Korban yang masih berusia anak-anak itu hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang akibat luka bakar pada bagian wajah, dada, dan perut setelah tubuhnya tersambar api saat bermain bersama teman-temannya, Minggu (10/5/2026).


Insiden yang terjadi di Dukuh Legok Sari, RT 02 RW 05 itu awalnya disebut sebagai kecelakaan saat anak-anak bermain burung merpati atau dolanan doro. 


Namun belakangan, muncul keterangan berbeda dari pihak korban yang menyebut api diduga sengaja diarahkan ke tubuh korban oleh salah satu anak lain.


Lurah Proyonanggan Selatan, Fariz Mukti, mengatakan terdapat dua versi dalam peristiwa tersebut. 


Versi pertama menyebut api muncul akibat kepanikan saat bermain bensin untuk membakar sampah. 


Sedangkan versi korban mengarah pada dugaan aksi sengaja yang berkaitan dengan perundungan.


“Versi keluarga korban, pelaku diduga memang sering membully korban. Saat kejadian, korban merasa api itu sengaja disiramkan ke arahnya,” kata Fariz kepada Tribunjateng, Selasa (12/5/2026).


Menurut Fariz, sebelum kejadian, sejumlah anak bermain di belakang rumah warga. 


Satu di antaranya anak kemudian mengambil bensin dari sepeda motor menggunakan selang kecil dan memasukkannya ke dalam wadah plastik untuk membakar sampah.


Saat api menyala, bensin sisa kembali disiramkan ke titik api hingga kobaran menyambar wadah yang dipegang. 


Dalam kondisi panik, wadah tersebut dilempar ke belakang dan mengenai korban.


Namun dugaan unsur kesengajaan membuat keluarga korban memilih menempuh jalur hukum meski pihak kelurahan sempat mencoba memediasi kedua keluarga.


“Kami sudah mencoba mempertemukan kedua pihak, tapi keluarga korban memilih melapor ke Polres karena korban mengalami luka cukup parah,” ujarnya.


Sementara, Kasatreskrim Polres Batang iptu Albertus Sudaryono membenarkan adanya laporan tersebut. 

Baca juga: Potret Megahnya Bendungan Cabean Blora, Cakup Area 97 Hektar

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved