Jumat, 8 Mei 2026

Berita Pati

Pilu, Korban Lain Percabulan Kiai Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati Hamil dan Melahirkan

Korban percabulan pengasuh Ndholo Kusumo Pati diduga banyak, bahkan ada yang hamil dan melahirkan.

Tayang:
Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Mazka Hauzan Naufal
DEMO - Massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) mamasang spanduk saat demo di depan kediaman dan pondok putri milik Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang diduga mencabuli santrinya, Sabtu (2/5/2026). Diduga ada korban lain dalam kasus percabulan di ponpes ini, bahkan korban hamil dan melahirkan. 

Ringkasan Berita:
  • Diduga ada korban lain kasus percabulan di Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang sampai hamil dan melahirkan.
  • Untuk menutupi kejadian itu, korban dinikahkan dengan santri lain.
  • Kuasa hukum korban pelapor mengatakan, tujuh korban lain memilih mencabut laporan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Ali Yusron, kuasa hukum korban pencabulan kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo Pati, mengungkap, ada korban lain bernasib pilu.

Korban tersebut bahkan hamil dan melahirkan seorang anak.

Yusron mengatakan, informasi ini diterima langsung dari ayah korban.

"Berdasarkan keterangan ayah korban, sebenarnya ada santriwati yang hamil."

"Korban tersebut sudah dewasa," ujar Yusron, Rabu (6/5/2026). 

Baca juga: Kasus Percabulan Meledak, Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati Kabur ke Bogor Diantar Sopir Pribadi

Namun, ada upaya menutupi kejadian itu lewat pernikahan paksa.

Korban dinikahkan dengan santri lain berusia lebih tua.

Namun, pernikahan tersebut tak berlangsung lama.

Setelah anak korban lahir, suaminya menceraikan.

"Setelah itu, korban kembali dinikahkan dengan santri lain," ungkap Yusron. 

Tujuh Korban Tarik Laporan

Selain korban hamil, Yusron mengungkap adanya korban lain yang yang bahkan telah berniat memproses hukum.

Namun, kata Yusron, mereka memilih mundur.

"Tujuh korban lain menarik laporan setelah diduga ada intervensi dari pihak yayasan."

"Bahkan, mereka kemudian diberi posisi sebagai guru di pondok," katanya. 

Baca juga: Kekerasan di Ponpes Terulang, DP3AP2KB Jateng Desak 35 Kabupaten/Kota Bentuk Satgas P2KP

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved