Rabu, 6 Mei 2026

Berita Jateng

Banjir Melanda Pemukiman dan Pondok Pesantren di Jlamprang Wonosobo

hujan deras selama tiga jam memicu peningkatan debit air yang tidak tertampung akibat sumbatan gorong-gorong

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
BANJIR - Banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Jlamprang, Wonosobo, Senin (4/5/2026) sore, usai hujan deras selama tiga jam. Petugas gabungan segera melakukan penanganan, mobil pemadam kebakaran tiba untuk melakukan penyedotan air di lokasi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kelurahan Jlamprang, Kecamatan Wonosobo, memicu banjir yang merendam sejumlah rumah warga pada Senin (4/5/2026) sore.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan turun selama kurang lebih tiga jam sejak siang hari.

Lurah Jlamprang, Sri Sukanti, menyampaikan tim gabungan bergerak cepat menangani kondisi di lapangan.

“Terima kasih ke tim gabungan yang telah hadir di sini untuk membantu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hujan deras selama tiga jam memicu peningkatan debit air yang tidak tertampung akibat sumbatan gorong-gorong, sehingga menyebabkan banjir.

Akibatnya akses jalan menuju Wonosari sempat terganggu karena tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada lima rumah warga serta satu pondok.

Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengatakan pihaknya menerima laporan dari kelurahan terkait kejadian tersebut.

“Tadi ada laporan dari Kelurahan Jlamprang terkait dengan kejadian banjir,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan awal dilakukan dengan melibatkan tim pemadam kebakaran untuk menyedot air yang menggenang.

Selain itu, tim dari dinas terkait juga telah turun untuk mengecek kemungkinan adanya sumbatan di gorong-gorong.

“Untuk penanganan awal kami sudah berkoordinasi dengan teman damkar untuk membantu melakukan penyedotan agar mengurangi debit air. Ini sudah mulai surut,” jelasnya.

Menurutnya, banjir dipicu antara intensitas hujan tinggi dan adanya sumbatan sampah di bawah jembatan.

Meski sempat menggenangi kawasan cukup tinggi, air mulai surut dalam waktu sekitar satu jam.

Baca juga: Jadi Tempat Leluhur Presiden, Banyumas Lebih Mudah Dapat Proyek Nasional

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved