Minggu, 3 Mei 2026

Berita Jateng

Rumah Oknum Kiai Cabul Pengasuh Ponpes di Pati Digeruduk Massa

Mereka pun menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut pihak yayasan pengelola pondok pesantren melakukan evaluasi

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Mazka Hauzan Naufal
DEMO KIAI CABUL - Aksi unjuk rasa Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) di depan kediaman dan pondok putri milik Ashari, sosok pengasuh pondok pesantren yang terjerat kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati, Sabtu siang (2/5/2026) 


Menurut Ahmad, kasus ini sebenarnya merupakan "bom waktu" yang sudah lama diketahui warga namun sulit tersentuh hukum. Ia mengungkapkan bahwa tersangka sering kali melancarkan ancaman balik kepada mereka yang mencoba bersuara.


"Sudah sering (mendengar penyimpangan yang dilakukan Ashari), karena banyak ancaman dari pihak terkait atau dari pihak khususnya pengasuh yaitu tersangka. Itu dia berani mengancam balik dengan ancaman fitnah atau menyebarkan pencemaran nama baik," ujar Ahmad di tengah aksi unjuk rasa.


Ahmad juga membeberkan bahwa sosok Ashari sebenarnya sudah lama tidak diterima oleh masyarakat setempat. 


Namun, tersangka disebut memiliki basis massa dari luar daerah serta perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang membuat para korban merasa terintimidasi. 


Hal inilah yang menyebabkan kasus-kasus sebelumnya tidak pernah sampai ke meja hijau.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rekam jejak penyimpangan di lingkungan tersebut disinyalir sudah muncul sejak bertahun-tahun silam. Bahkan, sempat ada upaya pengusiran dari warga di masa lalu.


"Sebenarnya sudah lama terjadi. Warga sempat mau mengusir," tambahnya.


Ahmad merinci bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pengasuh pondok tersebut tidak hanya terbatas pada tindakan asusila. 


Menurutnya, terdapat indikasi kuat mengenai praktik penipuan, pemerasan, hingga pelecehan seksual yang dilakukan secara sistematis terhadap sejumlah santriwati. Warga berharap proses hukum kali ini berjalan transparan tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.


Sementara, Koordinator Lapangan (Korlap) Aspirasi, Cak Ulil, mengatakan bahwa kehadiran pihaknya bertujuan untuk memastikan proses hukum berjalan adil sekaligus memberikan perlindungan bagi para korban.


Ulil menyatakan bahwa pihaknya juga telah membuka posko pendampingan dan bantuan hukum tanpa dipungut biaya bagi para santri yang menjadi korban tindakan asusila. 


Langkah ini diambil agar warga yang terdampak memiliki keberanian untuk bersuara dan mendapatkan keadilan.


"Kami di sini membuka pendampingan dan bantuan hukum secara gratis kepada santri-santri yang jadi korban," tegas Cak Ulil saat memberikan keterangan di tengah aksi massa.


Dia menambahkan bahwa tanpa adanya pendampingan yang intensif, masyarakat sering kali merasa bingung dan tidak tahu harus mengadu ke mana terkait bantuan hukum gratis atau siapa yang akan mengawal kasus sensitif seperti ini. 


Oleh karena itu, Aspirasi hadir untuk mengisi peran tersebut demi kepentingan warga Tlogosari dan para korban.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved