Berita Jateng
Pengusaha Hongkong Bangun Pabrik di Kendal, Bakal Serap 1000 Pekerja
Proyek ini akan dikembangkan secara bertahap dengan target penyerapan tenaga kerja hingga 1.000 orang
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
Dia menambahkan, masuknya PT Hoifu Paper Packaging tersebut merupakan bukti kekuatan daya tarik KEK sebagai sebagai destinasi investasi manufaktur global.
"Masuknya PT Hoifu Paper Packaging Indonesia semakin melengkapi ekosistem industri di KEK Kendal, khususnya dalam mendukung kebutuhan packaging bagi tenant industri yang terus berkembang," imbuhnya.
Dia berharap, keberadaan pabrik tersebut nantinya akan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan industri
manufaktur di Indonesia.
Selain itu, juga bisa memperkuat posisi KEK Kendal sebagai pusat investasi strategis di tingkat regional maupun global.
"Kami melihat investasi ini tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi melalui
penyerapan tenaga kerja, tetapi juga memperkuat daya saing kawasan sebagai integrated industrial hub yang efisien dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: Lihatlah Keluarga Miskin di Kudus Tinggal di Rumah Bedeng, Anak Putus Sekolah
Penyangga Ekonomi
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menambahkan KEK menjadi salah satu pendorong investasi Kendal dengan menciptakan multiplier effect yang luar biasa.
Dia menuturkan, KEK berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kendal yang mencapai 7,99 persen pada 2025. Capaian itu merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah.
"Adapun total investasi sejak KEK berdiri sampai sekarang mencapai Rp 189,16 Triliun," sambungnya.
Bupati yang akrab disapa Tika menambahkan, saat ini Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah penyangga ekonomi di Jawa Tengah.
Sehingga keberadaan KEK diharapkan bisa terus berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kendal di tahun-tahun mendatang.
"KEK telah ikut andil dalam penguatan ekonomi lokal dan pembukaan lapangan kerja baru, semoga kontribusi capaian investasi di tahun 2026 bisa terus meningkat," tandasnya.
Seskab Menko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menerangkan, KEK Kendal menjadi salah satu kawasan industri terbesar di antara 25 KEK se-Indonesia.
Bahkan keberadaan KEK mampu menguatkan pertumbuhan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Kendal sebesar 7,99 persen. Jumlah ini melebihi rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
"Ini luar biasa pertumbuhannya jauh di atas nasional yang mencapai 5,11 persen," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kek-kendal-pabrik.jpg)