Jumat, 1 Mei 2026

Berita Jateng

Innalillahi, Longsor Tambang Galian C di Desa Pakem Sukolilo Makan Korban

Slamet menyayangkan sikap pihak berwenang yang dinilai lamban dalam merespons laporan warga mengenai aktivitas tambang

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
LONGSOR GALIAN C - Sebuah alat berat tampak tertimbun material longsor di area penambangan batu kapur Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Pati, Kamis (30/4/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI- Aktivitas tambang batu kapur (galian C) di Desa Pakem dikabarkan menelan korban jiwa. 


Sebuah insiden longsor dilaporkan terjadi pada siang hari ini, Kamis (30/4/2026), menimpa pekerja dan armada pengangkut di lokasi.


Koordinator Aliansi Sukolilo Bangkit, Slamet Riyanto, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12:00 WIB. 


Menurut keterangannya, longsoran material batu dari atas menimpa alat berat dan kendaraan yang sedang beroperasi di bawahnya. 


"Kejadian siang tadi sekitar jam 12 lebih lima menit. Ada aktivitas tambang lagi dan ada alat berat di situ," ujar Slamet saat memberikan keterangan via sambungan telepon.


Dalam insiden tragis tersebut, dilaporkan terdapat dua korban. Satu orang yang merupakan sopir dump truck dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan material, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka. 


Lebih lanjut, Slamet menyayangkan sikap pihak berwenang yang dinilai lamban dalam merespons laporan warga mengenai aktivitas tambang yang diduga ilegal tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap Spesialis Pembobol Minimarket di Pemalang, Beraksi di 8 TKP


Aliansi Sukolilo Bangkit mengaku telah berulang kali menyuarakan penolakan dan melaporkan keberadaan 11 titik tambang ilegal di wilayah Sukolilo dan Kayen sejak April 2025, namun aktivitas tetap berjalan dengan dalih pemerataan lahan.


"Kami sudah bolak-balik aksi ke Polres, DPRD, hingga kantor Bupati untuk mengingatkan bahwa tambang-tambang ini tidak berizin. Katanya hanya pemerataan, tapi kenyataannya menggunakan alat berat besar dan bahan bakunya dijual keluar wilayah untuk proyek bangunan di Pati," tandas Slamet. 


Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah tegas dari otoritas terkait untuk menutup total aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut guna menghindari jatuhnya korban lebih lanjut.


Sementara, Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan mengonfirmasi adanya kejadian longsor ini. Dia mengatakan masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan prosedur kepolisian. (mzk)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved