Berita Salatiga
Sawah Terbatas, Warga Salatiga Didorong Tanam Padi di Pot
Pemkot Salatiga mendorong warganya menanam padi di dalam pot untuk ketahanan lantaran lahan pertanian di wilayah tersebut hanya 10 persen.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Pemkot Salatiga mendorong warganya menanam padi di dalam pot untuk memperkuat ketahanan pangan.
- Dorongan ini dilakukan lantaran lahan pertanian di Salatiga hanya mencapai 10 persen dari luas kota.
- Sementara, kebutuhan pangan di Kota Salatiga terus meningkat.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Jawa Tengah, mendorong warganya menanam padi dalam pot untuk memperkuat ketahanan pangan.
Penanaman padi di dalam pot menjadi solusi atas keterbatasan lahan persawahan di Kota Salatiga yang hanya sekitar 10 persen.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, keterbatasan lahan pertanian sementara kebutuhan pangan terus meningkat menjadi tantangan yang dihadapi Kota Tertoleran di Indonesia itu.
Selain itu, harga pangan tidak menentu akibat gejolak ekonomi dan politik dunia.
Baca juga: Berjuang Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik, Perajin Tahu Salatiga Naikkan Harga
Robby mengatakan, produksi beras di Kota Salatiga hanya mencapai 6000 ton per tahun.
"Itu sangat kecil untuk kebutuhan masyarakat."
"Nah, untuk itu, kita perlu ada inovasi agar kita bisa menghasilkan padi yang lebih daripada ketersedian sawahnya, salah satunya yaitu menanam padi di dalam pot," kata Robby saat menghadiri Pelatihan Penanaman Padi dalam Pot di Ruang Pertemuan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) Kampoeng Soesoe, Kelurahan Randuacir, Rabu (29/4/2026).
Selasar dengan Asta Cita Presiden
Menurut dia, pelatihan penanaman padi dalam pot merupakan bagian dari upaya menyukseskan program pengembangan pangan alternatif di Kota Salatiga.
Hal ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan mandiri melalui swasembada di tingkat daerah.
Dia menilai, konsep tanam padi dalam pot memungkinkan setiap rumah tangga berperan sebagai lumbung pangan skala kecil.
Dengan menanam beberapa pot padi di rumah, masyarakat dapat turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan secara mandiri.
"Setiap rumah yang ada di wilayah Kota Salatiga ini kita jadikan sawah dalam tanda kutip."
"Kalau kita estimasikan setiap rumah itu menanam lima pot saja, apabila dirawat dengan baik akan menghasilkan 200-250 gram beras setiap potnya, dengan masa panen sekitar 96 hari atau empat bulan," jelasnya.
Baca juga: Tekan Kenakalan Remaja, Polres Salatiga Ubah Museum Jadi Arena Battle Mobile Legends
Dia menambahkan, upaya atau inovasi tidak memerlukan biaya dan tenaga yang tinggi namun bisa menghasilkan ketahanan pangan.
| Berjuang Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik, Perajin Tahu Salatiga Naikkan Harga |
|
|---|
| Tekan Kenakalan Remaja, Polres Salatiga Ubah Museum Jadi Arena Battle Mobile Legends |
|
|---|
| Polda Jateng Gulung Jaringan Sabu Lintas Wilayah di Salatiga, Tiga Residivis Terancam Hukuman Mati |
|
|---|
| Penghuni Kontrakan Ditemukan Tinggal Kerangka, Warga Perumahan Idaman Tingkir Salatiga Geger |
|
|---|
| Kecelakaan Dua Sepeda Motor di Tugu PKK Salatiga, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260429-pelatihan-tanam-padi-dalam-pot-di-salatiga.jpg)