Cuaca Panas Menyengat Bikin Warga Kendal Sambat, BPBD: Dampak Pancaroba
Warga Kendal mengeluhkan cuaca terik dan menyengat saat siang hari. Saat ini, Kendal memasuki musim pancaroba.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Cuaca terik saat siang hari di Kendal dikeluhkan warga.
- BPBD Kendal mengungkapkan, cuaca terik saat siang hari dan tiba-tiba berubah hujan saat malam hari merupakan tanda Kendal masuk musim pancaroba.
- Warga pun diminta waspada datangnya musim kemarau yang diperkirakan terjadi mulai Mei dengan suhu udara lebih panas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Muhlisin langsung menenggak segelas es teh yang dipesan di warung tepi jalan saat terjebak kemacetan di Jalan Pantura Kendal, tepatnya di wilayah Brangsong, Jumat (17/4/2026).
Kemacetan imbas pengecoran jalan itu membuat pengendara seperti Muhlisin, makin merasakan gerahnya udara Kendal.
Bagi pekerja buruh lepas itu, cuaca panas di Kendal dalam beberapa terakhir terasa lebih menyengat.
Hembusan angin yang diharapkan bisa menetralisir panas, justru menambah gerah.
"Anginnya itu angin panas, terus tadi tambah kejebak macet di jalan, rasanya prampang, kayak kena api," kata Muhlisin, Jumat.
Baca juga: Jawa Tengah Diperkirakan Alami Kemarau Panjang akibat El Nino, 123 Juta Liter Air Bersih Disiapkan
Aktivitas lapangan yang digelutinya membuat Muhlisin mau tak mau harus bekerja di bawah terik matahari yang menyengat.
Dia pun kini mulai merasakan dampaknya.
Muhlisin lebih merasa lelah dan suhu tubuhnya menghangat saat malam hari.
"Saya kipasan full kalau malam meski turun hujan, rasa sumuknya masih terasa," tuturnya.
Musim Pancaroba
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan cuaca panas yang terasa saat ini merupakan dampak dari musim pancaroba.
Pada fase ini, kondisi cuaca cenderung tak menentu, ditandai dengan perubahan cepat antara cuaca panas terik dan hujan yang turun secara tiba-tiba.
"Di Kendal, saat ini, kalau siang panas, dilanjut malamnya sering hujan," katanya.
Iwan menambahkan, kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir April.
Setelah itu, musim akan berganti menjadi kemarau mulai Mei hingga Agustus.
Dia pun meminta warga menyediakan tampungan air saat hujan turun sebagai antisipasi menuju musim kemarau.
"Warga bisa mulai menampung air untuk antisipasi."
"Karena biasanya, saat musim kemarau itu beberapa wilayah di Kendal mengalami kekeringan," sambungnya.
Waspadai El Nino Godzilla
Sekretaris BMKG Guswanto dalam rapat daring bersama Polri di Polres Kendal meminta warga mewaspadai fenomena El Nino Godzilla.
Dalam kondisi ini, cuaca akan lebih terasa panas menyengat akibat adanya pemanasan suhu di Samudera Pasifik.
Menurutnya, fenomena ini berpotensi menyebabkan kemarau panjang di Indonesia, bahkan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Guswanto memprediksi, puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September.
"Fenomena ini pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2015," terangnya.
Baca juga: Tak Bisa Keluyuran, ASN Kendal yang WFH Dipantau Ketat Aplikasi Hingga Wajib Lapor
Selain meningkatkan resiko karhutla, kondisi ini juga diprediksi berdampak pada sektor pangan, termasuk potensi kenaikan harga beras.
"Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga beras," imbuhnya.
Kabag SDM Polres Kendal Kompol Ryke Rhimadhila mengatakan, pihaknya ikut bersiaga menghadapi potensi dampak El Nino Godzilla yang bisa menyebabkan karhutla dengan memperkuat koordinasi lintas sektoral.
"Tentunya, kami akan meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat koordinasi lintas sektor di wilayah Kabupaten Kendal," ujar Ryke.
Administratur KPH Perhutani Kendal Muhadi menambahkan, pihaknya juga melakukan patroli rutin bersama Polri dengan mengecek titik-titik rawan kebakaran di hutan.
Pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran guna membuka lahan baru.
"Kami berkomitmen terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mengantisipasi dampak El Nino dan potensi karhutla di Kendal," katanya. (*)
| Tak Bisa Keluyuran, ASN Kendal yang WFH Dipantau Ketat Aplikasi Hingga Wajib Lapor |
|
|---|
| Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB Kendal, Benny Karnadi : Saya Malah Tidak Tahu |
|
|---|
| Tiga Kepala Dinas dan Pj Bersaing Rebutan Kursi Sekda Kendal |
|
|---|
| Duka Kehilangan Orangtua, Warga Gemuh Kendal Malah Kehilangan Uang Rp8 Juta. Pencuri Oknum Keluarga |
|
|---|
| Katanya Kemarau, Kenapa Sekarang Masih Banyak Hujan di Cilacap? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260417-suasana-jalan-pantura-kendal.jpg)