Senin, 13 April 2026

Jawa Tengah

Dandy Iswara Uji Coba 2 Menu Ikan Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah

Kemenko Pangan tunjuk Jateng jadi pilot project menu ikan 2 kali seminggu program MBG di Semarang, Senin (13/4) guna perkuat gizi anak.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
ISTIMEWA
Hilirisasi Protein Ikan, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara (baju putih), saat menjajaki kesiapan infrastruktur perikanan Jawa Tengah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, Senin (13/4/2026). Jateng menjadi proyek percontohan nasional untuk penerapan menu ikan sebanyak dua kali dalam seminggu di setiap dapur gizi. (Dok. Pemprov Jateng) 

Ringkasan Berita:
  • Kemenko Pangan menunjuk Jawa Tengah sebagai proyek percontohan penerapan menu ikan dua kali seminggu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
  • Deputi Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara, pada Senin (13/4/2026) di Semarang menyebut langkah ini bertujuan memperkuat asupan protein masyarakat. 
  • Program ini didukung infrastruktur Bioflok dan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. 
  • Pengawasan rantai pasok kini diperketat guna mencegah risiko keracunan pangan pada menu ikan SPPG.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Jawa Tengah resmi ditunjuk sebagai wilayah proyek percontohan (pilot project) nasional untuk mengintegrasikan produk perikanan ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam skema baru ini, menu ikan direncanakan hadir sebanyak dua kali dalam seminggu untuk meningkatkan asupan protein bagi anak-anak dan ibu hamil.

Rencana besar ini dijajaki langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Wabup Bellinda Respon Usulan Siswa SMK Minta Dana MBG Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru

Fokus utama kolaborasi ini adalah menghubungkan hasil laut dan tambak lokal langsung dengan dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara, menegaskan bahwa pilihan menu ikan sangat strategis karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Protein ikan dinilai sangat cocok untuk penerima manfaat MBG, mulai dari balita, siswa sekolah, hingga ibu menyusui.

"Kami ingin menu ikan bisa konstan dimasukkan ke MBG dua kali seminggu secara nasional. Saat ini kami sedang menguatkan kemitraan rantai pasoknya," ujar Dandy usai rapat koordinasi di Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (13/4/2026).

Cegah Keracunan

Mengingat ikan merupakan produk yang cepat rusak (perishable), pemerintah memberikan perhatian ekstra pada sisi keamanan pangan.

Pengawasan rantai dingin (cold chain) akan diperketat mulai dari nelayan hingga ke dapur SPPG untuk mencegah risiko keracunan makanan.

"Hilirisasi produk perikanan perlu dipersiapkan. Selain infrastruktur seperti Bioflok Tematik dan bantuan Kampung Nelayan Merah Putih di Pati, Jepara, hingga Kebumen, sertifikasi higienitas dari Dinas Kesehatan juga menjadi syarat mutlak bagi penyuplai," jelas Dandy.

Saat ini, kewajiban penyediaan dua menu ikan dalam seminggu tersebut masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) yang tengah digodok.

Namun, Jawa Tengah dinilai sudah sangat siap mengeksekusi program ini karena memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, baik dari pesisir utara maupun selatan.

Sekretaris Satgas Percepatan MBG Jateng, AR Hanung Triyono, menyambut positif langkah ini.

Menurutnya, program ini bukan sekadar urusan gizi, melainkan peluang besar bagi hilirisasi produk UMKM perikanan di Jateng.

"Sudah terbukti beberapa produk UMKM perikanan lokal mulai masuk ke SPPG. Sinergi ini akan membuat sektor perikanan kita lebih berdaya saing sekaligus menjamin kualitas gizi masyarakat," pungkas Hanung. (Iwn)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved