Berita Wonosobo
Warga Wonosobo Mulai Bersih-bersih dan Tata Kembali Bangunan yang Rusak Diterjang Angin Kencang
Angin kencang rusak 20 rumah dan tenda hajatan di Desa Tegalsari Wonosobo. Warga gotong royong lakukan perbaikan di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Suasana pasca bencana masih terlihat di Desa Tegalsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (11/4/2026).
- Sejumlah warga tampak menjemur kasur dan perabotan rumah tangga di bawah terik matahari setelah atap rumah mereka rusak diterjang angin kencang sehari sebelumnya.
- Kasur-kasur dijemur di halaman rumah, sementara di depan mushala, karpet terlihat dijejer rapi untuk dikeringkan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – "Suasananya gelap, anginnya muter seperti menggulung. Kejadiannya cuma sekitar dua menit saja," kenang Slamet, warga Dusun Siwadas, Desa Tegalsari, saat menceritakan detik-detik angin kencang merobohkan tenda hajatan di rumahnya, Jumat (10/4/2026).
Meski persiapan acara sudah mencapai 80 persen, terjangan angin hanya dalam hitungan menit memaksa warga bergotong royong melakukan pemulihan darurat demi kelangsungan acara.
Hingga Sabtu (11/4/2026), suasana pasca-bencana masih menyelimuti Desa Tegalsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo.
Warga tampak sibuk menjemur kasur, perabotan, hingga karpet mushala di bawah terik matahari, sementara suara perbaikan atap terdengar bersahut-sahutan dari rumah-rumah yang terdampak.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, sedikitnya 20 rumah di Desa Tegalsari mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur selama kurang lebih empat jam.
Baca juga: Borong Ranking Nasional, 7 Daerah di Jateng Masuk Daftar Wilayah Termaju Versi BRIN: Ada Banyumas!
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kediaman Slamet. Tenda hajatan yang sedianya digunakan untuk acara esok hari, hancur berantakan saat ditinggal para pria menunaikan salat Jumat.
"Pas ditinggal jumatan, tiba-tiba datang angin. Di rumah tidak ada laki-laki, hanya ibu-ibu," jelas Slamet.
Ditawari untuk Pindah
Meski sempat ditawari pindah ke aula kecamatan, Slamet memilih bertahan dan langsung melakukan perbaikan total menggunakan atap terpal sejak Jumat malam untuk mengantisipasi potensi angin susulan.
Selain kerusakan bangunan di Desa Tegalsari, BPBD juga melaporkan kejadian tanah longsor di Kecamatan Watumalang dan Kepil yang sempat memutus akses jalan serta saluran irigasi.
Meski petugas telah berhasil menangani titik-titik longsor tersebut, ancaman cuaca ekstrem dinilai belum berakhir.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Buka Lowongan Kerja April 2026, Mungkinkah Anda yang Dicari!
Kepala BPBD setempat mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat informasi dari BMKG menunjukkan potensi angin kencang dan hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Wonosobo dan sekitarnya. (ima)
| Borong Ranking Nasional, 7 Daerah di Jateng Masuk Daftar Wilayah Termaju Versi BRIN: Ada Banyumas! |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan Buka Lowongan Kerja April 2026, Mungkinkah Anda yang Dicari! |
|
|---|
| Dikenal Penyabar, Legenda Timnas dan Mantan Pelatih PSIS Sutan Harhara Meninggal |
|
|---|
| KPU Purbalingga Tetapkan 807 Ribu Pemilih, Lebih Banyak Laki-lakinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260411-rusak-parah-wonosobo.jpg)