Berita Jateng
Dampak WFH ASN Sama Saja, Boros Energi Berpindah ke Rumah
Efisiensi yang terlihat di perkantoran justru diikuti peningkatan konsumsi di rumah.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO- Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak serta-merta menghasilkan penghematan energi secara menyeluruh.
Efisiensi yang terlihat di perkantoran justru diikuti peningkatan konsumsi di rumah.
Dosen Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Soegijapranata Catholic University (SCU), Amrizarois Ismail, menilai WFH lebih tepat dipahami sebagai pergeseran pola penggunaan energi, bukan pengurangan total.
Menurutnya, saat ASN tidak bekerja dari kantor, penggunaan listrik untuk perangkat seperti komputer, lampu, dan pendingin ruangan memang menurun selama jam kerja.
Namun, aktivitas yang sama tetap berlangsung di rumah dengan intensitas yang tidak jauh berbeda.
“WFH itu bukan berhenti bekerja, tapi pindah tempat. Energi yang berkurang di kantor sebagian besar berpindah ke rumah,” ujarnya.
Di lingkungan rumah, perangkat seperti laptop digunakan lebih lama.
Selain itu, penggunaan listrik untuk lampu, kipas angin, hingga AC cenderung meningkat karena aktivitas berlangsung sepanjang hari di satu tempat.
Tak hanya itu, perubahan juga terjadi pada pola konsumsi harian.
Jika di kantor pengeluaran relatif lebih terkontrol, kondisi berbeda terjadi saat bekerja dari rumah.
Akses terhadap makanan yang lebih mudah membuat konsumsi berpotensi meningkat.
Kondisi tersebut turut berdampak pada volume sampah rumah tangga.
Baca juga: Gus Anam Mantu Mbah Moen Gembleng Rohani ASN Kemenag Kebumen
Sisa makanan dan kemasan menjadi lebih banyak, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap emisi karbon dari sektor persampahan.
Amrizarois menyebut, dampak ini sering luput dari perhatian dalam pembahasan efisiensi WFH.
Meski demikian, ia mengakui WFH tetap memberikan keuntungan dalam menekan penggunaan bahan bakar karena mobilitas berkurang signifikan.
“Kalau dari sisi transportasi jelas lebih hemat. Tapi untuk listrik dan konsumsi rumah tangga, dampaknya cenderung berimbang, bahkan bisa lebih besar di rumah,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/jalan-ungaran-solo-diberlakukan-satu-arah-lantaran-peningkatan-arus-lalu-lintas.jpg)