Senin, 27 April 2026

Berita Semarang

Dibegal saat Hendak Ibadah Paskah, Warga Halmahera Raya Semarang Dapat 17 Jahitan di Pipi

Warga Halamhera Raya Semarang menjadi korban penjambretan saat hendak pergi ke gereja mengikuti ibadah Paskah.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Reza Gustav Pradana
PENYELIDIKAN - Polisi melakukan penyelidikan di lokasi penjambretan di Jalan Halmahera Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026). Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengumpulkan bukti dan keterangan terkait pembegalan yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) pagi sekitar pukul 06.45 WIB itu. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Jalan Halmahera Raya Semarang jadi korban pembegalan saat hendak pergi ke gereja mengikuti ibadah Paskah.
  • Tak hanya membawa kabur uang, pelaku juga melukai wajah korban dengan pisau.
  • Korban mendapat 17 jahitan akibat luka yang dialami.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Yovita Haryanto (30) batal ke gereja untuk mengikuti ibadah Paskah setelah menjadi korban pembegalan di depan rumahnya di Jalan Halmahera Raya, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026).

Tak hanya kehilangan uang, Yovita juga harus mendapat 17 jahitan akibat luka sayatan benda tajam dari pelaku begal.

Informasi yang didapat, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.45 WIB.

Saat itu, Yovita hendak berangkat ke gereja bersama rekannya, ACH. 

Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana awal tampak tenang. 

Seorang perempuan pengendara motor, yang kemudian diketahui sebagai ACH, berhenti di depan gerbang rumah menunggu dibukakan pintu pagar.

Namun, dalam hitungan detik, situasi berubah.

Dua pria berboncengan motor tiba-tiba berhenti tepat di belakang motor ACH.

Satu di antara pelaku turun dan langsung menghampiri ACH. 

Baca juga: Lonjakan Harga Plastik Bikin Pedagang Pasar di Semarang Pusing, Belum Berani Naikkan Harga

Kepanikan pun tak terhindarkan.

Pelaku diduga mencoba merampas barang milik korban, seperti dompet dan telepon genggam. 

Dalam kondisi terdesak, korban sempat memberikan dompet. 

Namun, situasi berubah mencekam saat Yovita ke luar dari rumah dan berusaha membantu temannya.

Aksi perlawanan itulah yang memicu kekerasan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved