Rabu, 15 April 2026

Berita Batang

Posisi Operator Forklift Makin Diminati Warga Batang, Peminat Pelatihan Membeludak

Posisi operator forklift makin diminati warga Batang. Pendaftar pelatihan operator forklift membeludak meski yang diterim hanya 20 orang.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Disnaker Batang
LATIHAN OPERATOR - Peserta pelatihan operator forklift sedang praktik di halaman Disnaker Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Pelatihan menjadi operator forklift di Batang makin diminati dengan jumlah peserta pelatihan terus meningkat. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Pekerjaan sebagai operator forklift mulai diminati warga Batang, Jawa Tengah.

Hal ini terlihat dengan meningkatnya peminat pelatihan sebagai operator forklift yang dibuka Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang.

Disnaker Batang mencatat, ada lebih dari 100 peminat saat pendaftaran pelatihan operator forklift dibuka.  

Sayang, dari jumlah tersebut, baru 20 orang yang bisa diterima untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi tahap awal.

Kepala Disnaker Batang Suprapto mengungkapkan, tingginya minat masyarakat mengikuti pelatihan ini menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran untuk meningkatkan keterampilan kerja.

"Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan, kesadaran mereka untuk siap bersaing di dunia industri semakin tinggi," kata Suprapto, Minggu (5/4/2026). 

Baca juga: Kabupaten Batang Masuk Peta Proyek Giant Sea Wall, Prioritas Lindungi Pesisir dari Abrasi

Menurutnya, kebutuhan operator forklift memang tidak selalu besar dalam satu perusahaan, namun hampir semua sektor industri membutuhkan. 

Peran operator forklift dinilai krusial dalam menunjang kelancaran distribusi dan mobilitas barang, khususnya di kawasan industri dan pergudangan.

Pelatihan yang digelar tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). 

Hal ini penting, mengingat forklift termasuk alat berat yang memiliki risiko kerja tinggi.

"Operator forklift wajib punya sertifikasi K3. Ini bukan hanya soal bisa mengoperasikan alat, tapi juga memahami standar keselamatan kerja," tegasnya.

Program pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap.

Sebelumnya, enam peserta lebih dulu mengikuti pelatihan, sementara sisanya menyusul sesuai jadwal dan kuota yang tersedia.

Butuh 5000 Tenaga Kerja

Di sisi lain, Disnaker Batang memperkirakan, kebutuhan tenaga kerja di wilayahnya tahun ini mencapai lebih dari 5.000 orang. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved