Rabu, 22 April 2026

Berita Blora

Petani Tebu Blora Tagih Janji Bulog Perbaiki Mesin Giling Pabrik Gula GMM, Khawatir Panen Nganggur

Ratusan petani tebu di Blora menagih janji Bulog memperbaiki mesin giling Pabrik Gula GMM. Demo petani tebu ini dikawal polisi.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/M Iqbal Shukri
TAGIH JANJI BULOG - Petani tebu menggelar demo di Alun-alun Blora, Jawa Tengah, Kamis (2/4/2026). Demo petani tebu ini digelar untuk menagih janji Bulog memperbaiki mesin giling di Pabrik Gula GMM agar bisa menyerap hasil panen petani di musim giling 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan petani tebu di Blora menagih janji Bulog memperbaiki mesin giling Pabrik Gula GMM.
  • Mereka khawatir, pabrik yang tutup karena mesin giling rusak membuat hasil panen tebu mereka tak terserap di musim giling 2026.
  • Aksi demo petani tebu di Alun-alun Blora ini mendapat pengawalan dari polisi.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Ratusan petani tebu di Blora, Jawa Tengah, menagih janji Badan Urusan Logistik (Bulog) memperbaiki mesin giling Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM).

Kerusakan pada mesin giling di Pabrik Gula GMM membuat hasil panen petani tebu di Blora terancam tak terserap di musim giling 2026.

Padahal, tahun lalu, sebagian hasil panen petani tebu tidak terserap pabrik karena masalah yang sama.

Tuntutan ini disampaikan para petani tebu lewat aksi demo di Alun-alun Blora, Kamis (2/4/2026).

Mereka datang ke alun-alun mengendarai sejumlah truk.

Baca juga: Seleksi Enam Pejabat Selevel Kepala Dinas di Blora, Pemkab Gandeng Polri

Sebagian membawa bendera Merah Putih, sebagian lagi menggenggam poster sederhana bertuliskan keluhan tentang nasib tebu mereka.

Demo petani tebu ini diinisiasi Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) Kabupaten Blora.

Rombongan massa tiba di area Alun-alun Blora sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka kemudian menggelar orasi.

Petani mendesak Bulog segera membenahi mesin Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) yang beberapa bulan terakhir rusak.

Kondisi ini membuat pabrik gula tutup sehingga tidak bisa menggiling tebu hasil panen petani.

Dikawal Polisi

Aksi demonstrasi ini mendapat pengawalan polisi.

Sejumlah anggota polisi terlihat mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi demo petani tebu dan memastikan aksi berjalan tertib. 

Baca juga: Rumah Kadus di Blora Ludes Terbakar Akibat Korsleting, Polisi Ingatkan Bahaya Kabel Serabut

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menegaskan, pihaknya berkomitmen melakukan pengamanan secara maksimal untuk mengawal jalannya aksi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved