Berita Jateng
Seleksi Enam Pejabat Selevel Kepala Dinas di Blora, Pemkab Gandeng Polri
proses seleksi akan dilakukan secara profesional dengan mengacu pada sistem merit (merit system)
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora segera mengisi sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang saat ini masih kosong.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan pihaknya saat ini tengah mematangkan proses pengisian bersama Wakil Bupati dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Ini sedang kita godok bersama Bu Wakil dan TAPD, segera akan kita isi untuk jabatan-jabatan yang kosong," katanya, Selasa (31/3/2026).
Lebih lanjut, Bupati Arief menyampaikan akan melibatkan pihak ketiga guna memastikan transparansi dan profesionalitas.
"Sesuai dengan arahan KPK kemarin, nanti kita akan menggandeng Mabes Polri untuk pengisian yang jabatan eselon dua yang kosong. Ini segera kita akan lakukan itu."
"Jadi pihak ketiga yang kita gandeng nanti melibatkan Mabes Polri dan perguruan tinggi kemungkinan UNS," terangnya.
Bupati Arief menegaskan, proses seleksi akan dilakukan secara profesional dengan mengacu pada sistem merit (merit system), yakni berbasis kompetensi dan kinerja.
Pihaknya juga memastikan tidak akan ada praktik jual beli jabatan dalam pengisian posisi tersebut.
Bahkan, pihaknya membuka ruang pelaporan jika ditemukan indikasi pelanggaran.
"Kita berkomitmen sesuai ketentuan bahwa tidak boleh ada jual beli jabatan. Kalau ada yang melakukan itu, tolong dilaporkan ke kami," tegasnya.
Diketahui hingga akhir Maret 2026, tercatat ada lima posisi yang belum terisi, dan jumlah tersebut akan bertambah menjadi enam pada awal April 2026 mendatang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Blora, Heru Eko Wiyono, mengatakan kekosongan jabatan tersebut terjadi akibat faktor purna tugas (pensiun) serta pergeseran pejabat ke posisi lain.
"Bulan Maret ini ada lima jabatan kosong. Kemudian per 1 April bertambah satu lagi dari Bapperida memasuki masa pensiun, jadi total ada enam," katanya.
Adapun sejumlah posisi yang saat ini mengalami kekosongan JPT di antaranya Sekretariat DPRD (Setwan), Kepala Dinas Kepala Dalduk KB, Kepala Dinrumkimhub, Kepala DPUPR, BPBD, serta Kepala Bapperida.
Baca juga: Paniknya Warga Kota Semarang karena Isu Harga BBM Naik, Antrean di SPBU Mengular
Heru menjelaskan, kekosongan tersebut disebabkan beberapa faktor, seperti rotasi atau pergeseran jabatan, dan ada yang pensiun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251227-arief-rohman-pagar-nusa.jpg)